Rapalkan Mantra Pertama Album Ketiga, FSTVLST Rilis “Enam Masa” Versi Demo Ft. Fanny Soegi

Rapalkan Mantra Pertama Album Ketiga, FSTVLST Rilis “Enam Masa” Versi Demo Ft. Fanny Soegi

Sumber foto : Diambil dari rilisan pers FSTVLST

Dalam single terbaru “Enam Masa”, secara garis besar lagu ini mengangkat kisah tentang kembali menuju ke permulaan dalam konteks semesta

Ditengah keramaian panggung Pesta Pora akhir pekan lalu, penampilan salah satu grup asal kota Yogyakarta FSTVLST dilengkapi dengan rilisnya materi terbaru mereka yang diberi tajuk “Enam Masa”. Dan pada tanggal 25 Agustus 2023 ini, secara resmi FSTVLST melepas materi terbaru ini ke permukaan dalam bentuk demo yang tayang di kanal Youtube mereka.

Sebagai mantra pertama yang dirapalkan, salah satu materi anyar ini akan melengkap album ketiga FSTVLST yang saat ini tengah dipersiapkan untuk dilepas kedepannya. Kali ini dalam “Enam Masa”, Sirin Farid Stevy (vokal), Roby Setiawan (gitar), Humam Mufid Arifin (bass), dan Danis Wisnu Nugraha Widiasmara (drum) berkolaborasi dengan salah satu musisi perempuan Fanny Soegi dari Soegi Bornean untuk ambil bagian mengisi suara vokal.

Sebelumnya, materi dalam bentuk draft ini diisi dan dikerjakan oleh beberapa nama diantaranya Roby Setiawan, Fandi Kurniawan (gitar), Hutama Mahdi Putra (synthesizer), dan  Eunike Theresia Siahaan (drum), kemudian disempurnakan oleh sang frontman Sirin Farid Stevy untuk urusan departemen lirik.

Sedikit berbeda dengan apa yang telah ditulis di lagu-lagu dalam album sebelumnya, untuk “Enam Masa” Farid Stevy kali ini lebih menghadirkan diksi yang sudah tidak akrab didengar atau diucapkan dalam percakapan sehari-hari. Dibuka dengan bait puisi serupa mantra yang disampaikan oleh Fanny Soegi, apa yang kali ini ditulis oleh Farid Stevy merupakan kata-kata arkais yang telah mewakili makna atas apa yang telah dibayangkan olehnya.

Sedangkan berbicara lebih jauh tentang “Enam Masa”, secara garis besar lagu ini mengangkat kisah tentang kembali menuju ke permulaan dalam konteks semesta. Pertanyaan-pertanyaan seperti bagaimana perubahan peradaban ini bermula atau tentang tanah indah yang perlahan rusak, jadi semacam energi yang menemani Farid Stevy membaca ulang hal-hal yang terjadi di sekitarnya. “Enam Masa” kemudian dipilih menjadi momentum untuk melihat kembali peristiwa penting tentang penciptaan alam semesta, bumi, hingga manusia pertama.

“Tiba-tiba muncul ide untuk menuliskan kejadian semesta. Dimulai dari nol atau ketiadaan, sampai adanya manusia,” ujar Farid Stevy.

Dalam prosesnya, “Enam Masa” ditulis dalam bentuk kronologis. Namun runtutan peristiwa penciptaan semesta kemudian dibalik, sehingga dimulai dari masa terakhir menuju ke awal permulaan penciptaan. Bait serupa mantra di awal lagu mengunjungi ulang apa yang pernah dirapalkan FSTVLST dalam lagu “Tanah Indah Untuk Para Terabaikan, Rusak Dan Ditinggalkan”.

Meski saat ini hanya hadir dalam format versi demo yang sederhana, single “Enam Masa” jadi karya pertama yang didengar para festivalist (penggemar FSTVLST) setelah sekian lama katam mendengarkan album Hits Kitsch (2014) dan FSTVLST II (2020). Dengan begitu, single “Enam Masa” telah membuka awal perjalanan menuju album ketiga yang sedang dikerjakan FSTVLST. Selebihnya, mari simak melalui tautan yang tersedia di bawah ini.

BACA JUGA - Indahnya Pohon Cemara Lepas Single Kedua, “Skartajaya” Sebagai Representasi Dinamika Skena Musik Ska Surabaya

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner