Rilis Album Mini 'A Culture A 6':

Rilis Album Mini 'A Culture A 6': "Akhirnya Feel Koplo Bisa Buat Lagu Sendiri"

Foto dan artwork didapatkan dari siaran pers. Kredit tidak disertakan.

Feel Koplo kini tidak lagi hanya bergantung pada remix dari karya musisi atau band lain. Album mini 'A Culture A 6' jadi pembuktian bahwa akhirnya Feel Koplo bisa membuat lagunya sendiri dan bahkan memperkuat redefinisi warna musik mereka di luar koplo.

Ketika pandemi belum merangsek dan kita masih baik-baik saja berdempetan bergoyang di depan panggung festival, nama Feel Koplo jadi salah satu penyumbang penonton terpadat, setidaknya dalam kurun waktu 2018 hingga awal 2020. Berbekal lagu-lagu remix dari musisi atau band dalam maupun luar negeri, duo ini menyulapnya menjadi versi dangdut koplo dan meraih respon yang luar biasa, bahkan mungkin lebih meriah daripada respon pada musisi atau band pemilik lagu aslinya. Pertanyaan lalu muncul ketika pandemi memaksa semua panggung dihentikan: bagaimana nasib grup musik off-air macam Feel Koplo ini?

Tentu, mereka tak patah arang dan menyikapi pandemi dengan berbagai penampilan yang ditayangkan secara daring. Namun, tetap saja esensinya tidak akan sama dengan berbagi peluh di tengah area festival, memasrahkan diri untuk berjoget meski di hari-hari biasa mungkin mereka paling anti (atau tidak ingin terlihat menyukai) musik dangdut. Lalu akhirnya, Feel Koplo melakukan hal yang mungkin akan mereka tunda jika tidak ada pandemi: merilis karyanya sendiri. Aktivitas ini sontak menghasilkan respon lainnya dari para penikmat karya Feel Koplo yang sudah tentu menantikan kejutan-kejutan dari Maulfi Ikhsan dan Tendi Ahmad.

November tahun lalu, mereka merilis sebuah single bertajuk "Akulturasik", lagu yang jauh dari kesan koplo sama sekali. Lalu, mereka merilis sebuah re-mix dari lagu "Gurita Kota". Kali ini, akhirnya Feel Koplo berhasil meluncurkan album mini perdana yang diberi judul A Culture A 6. Di dalamnya, terdapat tiga buah lagu original buatan Feel Koplo dan tiga buah lagu re-mix milik Closehead, Rocket Rockers, dan The Panturas.

Berturut-turut, lagu dalam album mini Feel Koplo berjudul "Hura-Haru", "Berdiri Teman - Feel Koplo Remix", "Akulturasik", "Hari Untukmu - Feel Koplo Remix", "Angin Berderu Kencan" dan "Gurita Kota - Feel Koplo Remix". Tema besar dalam album ini berkisar tentang kehidupan masyarakat urban; perjuangan sehari-hari dan hubungan antar manusia yang dipengaruhi teknologi.

Dengan hadirnya album mini ini, Feel Koplo akhirnya dapat menjawab pertanyaan tentang bagaimana pandemi ini mereka sikapi, selain juga memberi pernyataan tentang orisinalitas karya. "Kami melihat A Culture A 6 sebagai pengukuhan atas identitas Feel Koplo. Feel Koplo sekarang bisa bilang: kami bisa buat lagu sendiri, kami juga bisa memberikan tribute untuk para teman dan idola kami. Semuanya dikemas dalam musik, atau dangdut gaya kami," tutur Maulfi Ikhsan, dikutip dari siaran pers.

Dalam sebuah wawancara yang pernah kami lakukan, Feel Koplo pernah berujar bahwa sebenarnya mereka bukan sebuah unit koplo. Kata "koplo" mereka pilih karena dianggap mewakili euforia yang timbul saat Feel Koplo tampil. Album A Culture A 6 sepertinya bisa jadi sarana mereka untuk menyatakan hal itu juga. Dari tiga lagu buatan Feel Koplo, dua di antaranya benar-benar tidak koplo. Sementara tiga lagu remix masih tetap kental bernuansa koplo.

Album mini A Culture A 6 dirilis di semua layanan musik digital. Dalam waktu dekat, Feel Koplo juga akan merilis video klip dari lagu "Hura-Haru" yang dibintangi oleh Aurelia Vizal dan Herlambang Bayu Saputra. Video klip lagu ini disutradarai oleh art director Feel Koplo, Wildan Sugara dan akan dirilis pada 28 Maret 2021.

BACA JUGA - Re-definisi Lewat "Akulturasik", bahwa Feel Koplo Tidak Sama dengan Koplo

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner