Rilis “Luar Jangkauan”, Morscode Rayakan Penghayatan dan Kehilangan
Sumber foto : Diambil dari rilisan pers Morscode
Morscode, band yang masih setia dengan aliran alternative rock kembali merilis sebuah single berjudul “Luar Jangkauan”. Proses panjang penulisan single ini dimulai sejak 2018. “Luar Jangkauan” lahir berdasarkan ide sederhana di tengah situasi dunia saat ini: memori dan kehilangan. Melalui single terbaru ini, Morscode berharap pendengarnya dapat menikmati masa sulit yang mereka hadapi dengan lirik-lirik dalam “Luar Jangkauan” yang terdengar sederhana namun menyiratkan banyak makna.
Awalnya lagu ini liriknya ditulis dalam bahasa Inggris, namun dalam prosesnya, Agam (vokal/gitar) berhadapan dengan sebuah peristiwa kehilangan di tengah situasi yang tidak pasti saat ini hingga akhirnya Morscode memutuskan untuk menerjemahkan “Luar Jangkauan” ke dalam bahasa Indonesia. Lagu ini juga merupakan karya perdana mereka yang menggunakan lirik bahasa Indonesia.
Yang tidak kalah unik adalah seluruh proses pembuatan dan produksi single ini dilakukan secara online dikarenakan pada masa itu sedang berlaku masa pembatasan sosial sehingga tidak memungkinkan terjadinya pertemuan secara fisik. Namun hal itu tidak lantas membuat mereka kehilangan ide dan inspirasi. Terbukti proses penciptaan nada dan lirik bisa tuntas hanya dalam waktu enam jam saja.
Single “Luar Jangkauan” dari Morscode sudah dapat didengarkan melalui kanal Youtube Morscode sejak 14 Juni 2020 dan akan dirilis di seluruh layanan musik digital (Spotify, Joox, Apple Music, Deezer, dan lainnya) mulai 21 Juni 2020.
Comments (0)