"Ruaya", Single Penanda Transisi dari Alaskaeight

Foto dan artwork didapatkan dari rilisan pers yang dikirimkan oleh Alaskaeight.


Lewat lagu ini, Alaskaeight memperkenalkan formasi sekaligus peralihan warna musik yang mereka mainkan.

Trio post-rock/ambient asal Bandar Lampung yaitu Alaskaeight baru saja merilis single baru. Single ini diberi judul "Ruaya" dan dilepas dalam format digital. Yang membuat single ini semakin menarik adalah kisah yang ada di belakangnya. "Ruaya" merupakan transisi dalam Alaskaeight, di mana mereka menghilangkan unsur vokal dalam materi mereka, dan lagu ini merupakan karya pertama mereka sebagai band instrumental post-rock.

Band yang digawangi oleh Hussaeni, Farkhan dan Amin ini mengambil momen dalam perilisan lagu sebagai perkenalan identitas musik baru yang mereka mainkan. Menurut mereka, setelah sang vokalis memutuskan untuk hengkang dari Alaskaeight mereka mencoba mengeksplorasi musik instrumental. Ternyata, saat itu lah mereka menemukan kenyamanan dan merasa bahwa passion yang mereka cari selama ini justru didapatkan ketika bermain instrumental. Mereka memainkan warna musik yang gelap, seperti Mogwai dan Caspian.

Selain itu, ada makna implisit yang juga mereka sertakan dalam "Ruaya". Lagu ini diberi sentuhan math-rock di awal musiknya. Unsur musik ini mereka sertakan sebagai tanda peralihan yang terjadi dalam Alaskaeight dan hanya di lagu ini mereka menyertakan unsur math-rock.

Penggarapan lagu "Ruaya" dilaksanakan di Nolkilometer Studio, sementara artwork untuk lagu ini dikerjakan oleh Risky Rumeri dan Triga untuk mengurusi finishing colour. Lagu ini dapat didengarkan melalui kanal Soundcloud, Bandcamp dan YouTube. Kabarnya, Alaskaeight juga akan merilis lagu lainnya berjudul "Moktika" dalam waktu dekat.

BACA JUGA - Veskil Rilis Album dalam Cakram Padat, Fanzine dan Sampel Dengar

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner