Saint Mary Perkuat Eksistensi dengan Single Emosional “Radio Rock”

Saint Mary Perkuat Eksistensi dengan Single Emosional “Radio Rock”

Unit rock asal Jakarta, Saint Mary, kembali menunjukkan taringnya lewat single terbaru bertajuk “Radio Rock”. Lagu ini menjadi salah satu andalan dari album debut mereka yang akan datang, Noise Over Feelings, dan sekaligus menjadi penanda kuat akan arah musikal dan emosional band ini.

Dalam “Radio Rock”, Saint Mary mengangkat tema cinta yang rumit dan tidak biasa. Lagu ini menyelami dinamika hubungan yang jauh dari kata ideal—penuh kecurigaan, luka, hingga jarak yang memisahkan. Namun di balik semua konflik itu, tetap tumbuh keyakinan yang teguh bahwa cinta sejati mampu bertahan. Lirik seperti “Kata orang, bahagia punya kadaluarsa” menjadi kritik halus terhadap cara dunia melihat cinta dan menetapkan batas waktunya.

Pengulangan baris “Percayalah padaku, kita akan bertemu” bukan sekadar janji romantis, tapi juga bentuk afirmasi diri—pengingat bahwa meskipun terpisah oleh ruang atau keadaan, rasa itu tetap nyata. Lagu ini menjadi semacam mantra untuk bertahan, dan pada saat yang sama, pelipur lara bagi siapa pun yang merasakan cinta dalam situasi yang tidak biasa.

Diproduksi oleh Johanes Pramudio, Jerikko Ravidya, dan Raga Maharasta, “Radio Rock” hadir dengan karakteristik kuat Saint Mary: perpaduan antara sound rock dan metal yang tebal, dengan lirik yang introspektif dan menggugah. Perpaduan ini menciptakan atmosfer yang emosional namun tetap energik—sesuatu yang telah menjadi ciri khas band ini.

Formasi Saint Mary terdiri dari Joviel Prabawa (vokal), Joe Pramudio (gitar & vokal), Sobro Nagalih (bass), dan Jerikko Ravidya (drum). Keempatnya sukses membangun identitas musikal yang tak hanya keras dari sisi sound, tapi juga peka secara tematis.

Dengan “Radio Rock”, Saint Mary tidak hanya menawarkan lagu rock yang catchy, tetapi juga pengalaman emosional yang jujur. Lagu ini kini sudah tersedia di semua platform streaming digital, dan menjadi pembuka jalan menuju album penuh Noise Over Feelings, yang tampaknya akan banyak mengeksplorasi sisi terdalam dari relasi manusia—antara perasaan, kesalahan, dan harapan.

Saint Mary kembali membuktikan bahwa rock bukan cuma tentang dentuman keras, tapi juga tentang keberanian untuk membuka luka dan merayakan proses penyembuhannya.

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner