'Perception Disclosure', Sajian Mini Album Sarat Makna Dari East Groove Experience

'Perception Disclosure', Sajian Mini Album Sarat Makna Dari East Groove Experience

Sumber foto : Diambil dari rilisan pers East Groove Experience

Perception Disclosure seakan membawa pendengar ke alam perefleksian diri, dimana kita dipertemukan dengan permasalahan yang kita miliki, dan dibenturkan oleh kenyataan yang ada. 

Sebuah album, baik itu dalam format mini album atau pun full album menjadi satu hal yang menjadi monumental bagi seorang musisi atau pun sebuah band. Pun begitu dengan yang diamini oleh East Groove Experience yang telah merilis mini albumnya berjudul Perception Disclosure. Mini album yang dirilis secara mandiri dalam format fisik ini berisikan 5 lagu yang memiliki nuansa dan cerita berbeda-beda.

Band yang mengusung aliran psychedelic blues ini beranggotakan Ary Arseno (lead guitar dan vokal), Rifqi Khilmi (bass dan vokal), Gilang Arafah drum), serta Yudistira (kibor). Merasa perilisan mini album ini harus menjadi pencapaian artistik tersendiri bagi mereka, East Groove Experience juga mengajak Edy Hazt dari Nada Musika Record Studio, Surabaya, sebagai produser dari E.P Album ini.

Lebih jauh tentang Perception Disclosure, mereka menuturkan jika saat mendengarkan album ini, kita seakan dibawa ke alam perefleksian diri, dimana kita dipertemukan dengan permasalahan yang kita miliki, dan dibenturkan oleh kenyataan yang ada. Ditambahkan pula oleh mereka jika album ini memvisualisasikan sebuah ketidakpastian yang merupakan sifat alamiah dari kehidupan manusia, sehingga pendengar akan merasakan sensasi terjun ke jurang alam bawah sadar, hingga terbang ke dunia mimpi.

Lagu-lagu dengan ragam tema dan cerita menarik terdapat didalamnya, dari mulai yang menceritakan tentang bagaimana kita dibawa ke alam bawah sadar, dinamika kehidupan masa lalu, dilema kehidupan dan mimpi-mimpi indah, serta hal-hal yang mendasar seperti sebuah kebenaran dalam perspektif masing-masing.

Sedangkan secara musik, Edy Hazt selaku produser memoles secara apik sound yang dihasilkan, dengan dibaluti nuansa vintage era 60’an. Selain itu, Ary Arseno yang didaulat sebagai music director di mini album ini juga mampu meyatukan dan memaksimalkan idealis dalam bermusik setiap personil. Mini album yang digarap selama kurang lebih 6 bulan masa penggarapan ini diakui mereka memang tidak main-main dalam proses produksinya, hingga akhirnya dipresentasikan secara apik kepada publik. Simak Perception Disclosure melalui tautan di bawah ini.

BACA JUGA - Andes Fellas Kembali Menebar Asmara di Single "Anganku Akan Bercinta"

View Comments (1)

Comments (1)

  • Yumnakbt
    Yumnakbt
    22 Jul 2019
    penasaran saya ma lagu-lagu mereka
You must be logged in to comment.
Load More

spinner