Satria NB & Ayie Rully Lahirkan Siberut Lewat Single “Jenggala Merela”
Lewat lagu “Jenggala Merela” Siberut ingin mengetengahkan cerita personal tentang kehidupan seperti dulu, ketika beton dan aspal belum menjadi primadona di banyak tempat demi mendapat gelar metropolitan
Bicara tentang kota dengan semua dinamikanya yang bergerak begitu cepat, rasanya hal itu akan berujung pada sebuah kepenatan yang lumrah dirasakan banyak orang dalam pola kaum urban dimana pun itu. Pelarian menjadi sesuatu yang kemudian dicita-citakan mereka yang sejenak ingin melepas penat dari rutinitas. Satu hal yang kemudian memantik vokalis Pure Saturday, Satria NB untuk menerjemahkan pelarian dari penatnya kota tersebut ke dalam sebuah lagu. Tidak sendirian, lewat single berjudul “Jenggala Merela” Satria atau akrab disapa Iyo ini mengajak seorang teman lama, Ayie Rully (vokalis D’Ubs) sebagai orang yang bertanggung jawab mengisi musik, lewat permainan gitar dan tin whistle.
Seakan ingin melepaskan sejenak persona mereka dengan nama bandnya, Satria NB dan Ayie hadir dengan nama Siberut untuk proyek musiknya ini. Siberut sendiri merupakan sebuah nama pulau terbesar dan paling utara dari Kepulauan Mentawai yang terletak 150 kilometer sebelah barat Sumatera di Samudra Hindia. Pemilihan nama ini kemudian menjadi sejalan dengan pembawaan mereka, terlebih Iyo yang kadung identik dengan citranya sebagai ‘seorang petualang’. Makin bertambah kuat ketika hal itu kemudian dilengkapi pula lewat lagu “Jenggala Merela”, yang juga berkisah tentang pelarian dari penatnya kota ke alam liar atau pedalaman.
Selain itu, diakui pula oleh Iyo jika lewat lagu “Jenggala Merela” ini dirinya ingin mengetengahkan cerita personal tentang kerinduan akan kehidupan seperti dulu, ketika beton dan aspal belum menjadi primadona di banyak tempat demi mendapat gelar metropolitan. Karena jauh dari itu, ada di pedalaman sana sebuah tempat nyaman yang mampu redakan lelah dan penat bagi orang-orang ingin merasakan kedamaian.
Lebih dari sekedar lagu, “Jenggala Merela” menjadi ajang pembuktian Siberut karena dibuat pada masa pandemi seperti saat ini, di mana ruang gerak dibatasi dengan anjuran stay at home dari pemerintah. Menariknya, hal tersebut justru menjadi trigger bagi Satria dan Ayie untuk mengisi kegiatan di rumah dengan berkarya. Memutuskan untuk terus keras kepala melahirkan karya, baik dengan band atau proyek musik lainnya, membuat kelahiran Siberut ini menjadi indikasi yang baik, jika perkara musik, para musisi ini tidak bisa dihentikan, meski ruang gerak mereka dibatasi karena pandemi. Untuk semua orang yang rindu dan ingin sejenak melarikan diri ke tempat yang lebih nyaman dari perkotaan, bisa simak lagu “Jenggala Merela” dari Siberut di berbagai platform music digital seperti spotify dan lainnya.
Comments (0)