Satu Dekade Berkarya, Laissez-Faire Lahirkan Album ‘Parrhesia’

Satu Dekade Berkarya, Laissez-Faire Lahirkan Album ‘Parrhesia’

Sumber foto : Diambil dari rilisan pers Laissez-Faire

Album ‘Parrhesia’ lahir ditengah keresahan akan kondisi yang tidak mendukung, di mana seharusnya mereka melakukan agenda tour album pertamannya, namun harus terhalang oleh virus covid-19

Dinamika dalam sebuah grup musik menjadi satu hal yang wajar mengingat ada banyak kepala yang ingin membidani band tersebut demi melahirkan karya terbaiknya. Beberapa output yang sering terjadi karena perbedaan visi misi ini kadang berujur pada pergantian personil dan bahkan pergantian nama grupnya. Pun seperti yang dialami oleh band LaissezFaire pada tahun 2012 lalu. Pada saat itu band ini sempat berganti nama dan personil. Berangkat atas dasar kesamaan selera musik mereka berlima menamakan band ini dengan nama Heuristik.

Satu tahun setelahnya mereka merilis demo pertamanya, hingga seiring berjalannya waktu ada perbedaan pemikiran dengan salah satu personil, yang mengakibatkan mereka harus melakukan pergantian posisi pada vokal, dan pada tahun 2017 memutuskan untuk berganti nama lagi menjadi Laissez-Faire.

Sejak saat itulah mereka mulai serius mengerjakan proyek debut album panjang pertamanya, yang baru terealisasi pada tahun 2019, lebih tepatnya di 25 agustus 2019 mereka melaunching debut albumnya yang bertajuk Kamuflase secara independen dan dicetak hanya 500 copy.

Dua tahun setelah itu mereka kembali dengan album keduanya yang berjudul Parrhesia. Album ini diakui mereka lahir ditengah keresahan akan kondisi yang tidak mendukung, di mana seharusnya mereka melakukan agenda tour album pertamannya, namun harus terhalang oleh virus covid-19 yang menyebabkan seluruh dunia lumpuh. Demi mengakali gagalnya agenda tersebut mereka memutuskan untuk mengerjakan album ini.

Secara makna, Parrhesia sendiri mempunyai artian umum yakni ‘Menyatakan Kebenaran’ dengan  menautkan antara kepercayaan dan kebenaran itu sendiri. Namun selain itu, Parrhesia juga mempunyai makna ekstrim bahwa menyatakan kebenaran adalah ‘permainan’ hidup dan mati, karena setiap kebenaran itu pasti membawa akibat menyakitkan bagi lawan bicaranya (Foucault). Jika ditelaah lebih jauh lagu-lagu yang akan mereka suguhkan nanti di album terbarunya ini akan saling berkesinambungan.      

Butuh waktu kurang lebih dua tahun masa pengerjaan, mulai dari musik, artwork hingga perilisan fisik. Menggandeng Samstrong records  sebagai label dan pihak resmi yang akan membantu mereka memasarkan album ini. Jika tanpa gangguan yang berarti, mereka merencanakan untuk me-launching Parrhesia bebarengan dengan perayaan satu dekade mereka bermusik di pertengahan tahun 2022, yang akan disambung dengan adanya agenda south east asia tour pada penghujung tahun 2022.

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner