Sebuah Opera Distorshit Dari Hellcity di Single “Chaotic Asshole”

Sebuah Opera Distorshit Dari Hellcity di Single “Chaotic Asshole”

Sumber foto : Diambil dari rilisan pers Hellcity

“Chaotic asshole” adalah pahatan opera distorshit yang bercermin pada kehidupan spesies manusia yang terancam punah hingga dihinggapi virus dan teracuni politik

Tahun 2022 menjadi tahun yang sangat berarti bagi unit punk rock; Hellcity. Selain hitungan bulan rencana tour-nya menuju Rebellion Festival yang dihelat di Blackpool, Inggris, pada tahun ini juga Hellcity menggelindingkan single teranyar dengan format personil yang baru juga. Masih diperkuat Axuy pada vokal dan Dean dari Killer7 pada lead guitar, kini Arief ‘Kutuk’ pada komponen bass dan Sunuy sebagai tukang gebuk bedug Inggris; dua personel yang menambah kemajemukan musikal Hellcity. Single baru berjudul “Chaotic Asshole” ini sudah tersebar di platform digital pada hari ini selasa, 22 Februari 2022.

Lebih jauh berkisah tentang “Chaotic asshole”, single ini adalah pahatan opera distorshit yang bercermin pada kehidupan spesies manusia yang terancam punah hingga dihinggapi virus dan teracuni politik.

“Singel ini adalah soundtrack dari bagaimana rusaknya moralitas para penguasa dalam menangani pandemic COVID-19, Hiroshima ekonomi kelas bawah piramid, kaburnya akal sehat, dan tak berartinya keadilan dimata hukum ‘mereka’,” dikutip penulis dari siaran pers yang diterima redaksi pada 22 Februari 2022,  tepat di tanggal rilisnya single, jam 10 malam WIB.

Belajar dari runtuhnya tatanan kehidupan masyarakat dua tahun ke belakang, seakan-akan memberi gambaran jelas bagi personel Hellcity, bahwa rusaknya moralitas penguasa menangani amukan pandemi semakin mencekik roda perekonomian, khususnya masyarakat kelas bawah.  Akal sehat yang melemah ditambah semakin tumpulnya taji Dewi Lustitia - lunturnya keadilan dimata hukum - merangsang kegelisahan hingga terlahirlah single “Chaotic Asshole” sebagai bentuk sesalan terhadap sistem dan cara bekerja para pemangku negara.

“Buat saat ini sih, cuma bisa ngeluh lewat musik, soalnya kalo untuk turun ke jalan ada anarco yang mungkin lebih terampil, hahahaha”, kelakar Arief ‘Kutuk’ saat ditanya soal single “Chaotic Asshole”. Single ‘Chaotic Asshole” dipoles oleh Lord Butche, yang didapuk selaku produser sekaligus gegedug (artinya dedengkot atau pimpinan orang yang menjadi tokoh (pemimpin) dalam suatu perkumpulan dan sebagainya, baik dalam arti yang baik maupun yang buruk) komunitas Cicaheum Hell Park, tempat di mana ke empat personil ini bertemu. Single “Chaotic Asshole” direkam, mixing dan mastering di Fun House studio oleh Yoni gayot.

Jika disimak, single “Chaotic Asshole” ini benar-benar eksplosif. Aransemennya begitu deras melagukan nada-nada bertempo cepat, riff yang keras dan (lagi-lagi) terdistorsi. Lagunya yang terkesan sederhana menjadi klimaks dengan selipan power chord serta vokal yang lantang berteriak. Seperti umum kita temukan di band punk, Hellcity memberikan variasi pada karakteristik ini, tetapi tetap konsisten mempertahankan akar musik punk rock. Perangai urakan dan tabiat slebor, tapi dengan pesan atau isu politik dan kemanusiaan yang cukup kuat di single “Chaotic Asshole” ini. 

Hellcity memberikan persona baru musik punk rock di kancah musik nasional. Tidak hanya berkubang di skala domestik, apresiasi pun bermunculan dari pendengar internasional. Hal ini dibuktikan dengan diundangnya Hellcity bermain di salah satu festival punk terbesar di Inggris, Rebellion Festival, Blackpool Inggris.  Sebenarnya, undangan oleh pihak festival yang awalnya bernama Holidays in The Sun and The Wasted Festival yang digagas sejak 1996 ini sudah diterima Hellcity dari tahun 2017 lalu. Namun, karena kurangnya pengetahuan dan informasi merespon ajakan besar tersebut, Hellcity terpaksa menunda keberangkatannya selama lima tahun. Maka pada tahun ini, dengan amunisi dan kekuatan baru Hellcity berencana mewujudkannya. Memboyong musik punk dari Bandung, Indonesia bergaung di satu dari dua tempat (Amerika dan Inggris) yang disebut-sebut sebagai tanah kelahiran musik punk itu sendiri.

“Itulah (Hellcity) punk dari timur jauh, entitas ini lebih agresif dan ofensif. Diversitas musikal yang lahir dari rasa keterasingan dan ketidakpuasan sosial dibalut dalam distorsi-distorsi menjadi bagian paling integral. Satu beat memukul jantung, lirik yang menghantam, elemen yang lainnya menggejolakkan darah. Saatnya pogo dimanapun kalian berada!” – Franco Londah

Sebagai tambahan,  Hellcity dibentuk oleh Axuy (vocal), Tille (gitar), Ebong (bass), dan Ermes (drum), pada pertengahan 2011. Percepat waktu ke tahun 2016 Hellcity menggarap album perdananya. Karena kesibukan dan hal lainnya, Ermes (drummer) memutuskan cabut dari Hellcity lalu digantikan oleh Ardi dari band Valka. Album Hyper Bastard ( 2017 ) dirilis dan di rayakan oleh D-thorne Records, salah satu record label di Cicaheum Bandung. Pada tahun 2019 single “ Punks Not Dead” masuk dalam kompilasi Bandung Trash Metal Compilation garapan Grimloc Records dan Trash Hangover.

BACA JUGA - Jelang Valentine HLMN Justru Rilis Video Musik “Penuh Luka”

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner