Selamat Jalan, Ginan Koesmayadi (1980 - 2018)
Foto diambil dari akun Instagram @ginan_koesmayadi
Kabar duka menyelimuti ranah musik independen Indonesia. Vokalis dari Jeruji, Ginan Koesmayadi menghembuskan nafas terakhirnya pada 21 Juni 2018 pukul 22.00 WIB.
Kabar duka datang dari keluarga besar band hardcore-punk asal Bandung, Jeruji. Ginan Koesmayadi, vokalis Jeruji sejak tahun 2015 menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Advent, Bandung pada 21 Juni 2018 sekitar pukul 22.00 WIB. Kabarnya, Ginan Koesmayadi terkena serangan jantung.
Ginan Koesmayadi dikenal sebagai pendiri sekaligus aktivis dari Rumah Cemara, sebuah ruang yang berjuang melawan stigma yang melekat di masyarakat. Rumah Cemara merangkul teman-teman pengidap HIV/AIDS, pengguna NAPZA, dan kaum yang termarjinalkan lainnya untuk tetap beraktivitas secara positif, menjaga kesehatan hingga meningkatkan kualitas hidup agar semua orang mendapatkan kesempatan yang sama untuk maju. "Indonesia Tanpa Stigma" adalah kampanye yang disuarakan mereka sejak tahun 2003.
Beliau juga aktif di ranah musik independen, sejak menjadi vokalis dari Mood Altering hingga bergabung bersama Jeruji. Keterlibatannya dalam memerangi stigma buruk masyarakat pada kaum termarjinalkan juga ia boyong di beberapa karya dan pergerakan yang Jeruji lakukan. Alhasil, semakin banyak orang yang membuka mata dan menyadari bahwa beberapa perilaku yang dibudayakan hari ini masih perlu diperbaiki, dan Ginan Koesmayadi menjadi salah satu sosok yang membukakan mata banyak orang.
Satu lagi, tokoh besar meninggalkan kita semua. Ginan Koesmayadi adalah tokoh yang memiliki semangat, bermental kuat, optimis, sederhana, berjiwa besar dan berguna bagi sesamanya. Semangatnya akan menjadi motor penggerak untuk banyak pihak, selamanya. Selamat jalan, Ginan Koesmayadi.
Comments (0)