Seperti Apa Post Punk Rasa Kalimantan? Temukan Jawabannya di Karya Moski

Seperti Apa Post Punk Rasa Kalimantan? Temukan Jawabannya di Karya Moski

Sumber foto : Diambil dari rilisan pers Moski

Dengan kekhasan tone guitar yang menggunakan reverb serta polesan synthesizer bernuansa synth-pop/city pop ala 80’s, Moski menjadi band asal Kalimantan Timur yang kreativitasnya layak disimak.

Bicara musik, tidak sedikit orang yang mengidentikan hal itu dengan beberapa kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Bandung, atau Jogjakarta. Namun jika bicara tentang Kalimantan Timur atau pun Balikpapan, terbilang masih jarang melahirkan band-band yang bisa muncul ke permukaan. Satu anggapan yang coba ditepis oleh Moski (band yang lahir di Kalimantan Timur, dan sekarang berdomisili di Balikpapan-red) dengan segala macam pola kreasi seru dalam karya-karyanya, mereka mencoba memperkenalkan diri ke permukaan.

Dari segi musik, Moski meramu aransemen ala post-punk yang di padukan dengan karakter dreamy vocal yang sangat kuat. Ditambah kekhasan tone guitar yang menggunakan reverb, bas yang dicampur dengan dominan mid frequency, serta polesan synthesizer bernuansa synth-pop/city pop ala 80’s, Moski menjadi band asal Kalimantan Timur yang kreativitasnya layak disimak. Satu hal yang kemudian mereka tuangkan dalam beberapa karyanya, seperti “Sunday” (2018) dan “Lite Obsession”, yang dirilis akhir tahun 2019 lalu.

Tentang lagu yang disebutkan akhir, menurut rilisan pers yang DCDC terima, proses pembuatan lagu “Lite Obsession” sendiri memakan waktu yang cukup lama, dengan alat seadanya, di mana proses rekamannya dilakukan di beberapa tempat, diantaranya studio pribadi Moski dan juga dirumah personil masing masing. Sedangkan secara isiannya, lagu tersebut ingin menjelaskan imajinasi dari seorang individu yang tertarik dengan lawan jenisnya, dan seakan terobsesi untuk bisa memilikinya. Seperti apa karyanya? simak melalui tautan di bawah ini.

BACA JUGA - Heaven Affair Angkat Primadona Sosial Media di Single “Lean in Moi”.

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner