Seruan Buzz atas Realitas Kesemrawutan Sekitar
Sempat vakum dan mengalami tambal sulam personel, Buzz akhirnya merilis single kedua bertajuk “Tanah Semburat”. Sesuai judulnya, lagu ini berkisah tentang kondisi sekitar yang semakin hari semakin “semburat” alias kacau, baik di linimasa maupun di dunia nyata.
Vokalisnya menganggap Kurt Cobain sebagai nabi palsu, basisnya laki-laki tulen berponi dengan pilihan bentuk rambut mullet x moptop mirip Johnny Ramonesーdan sepertinya ia dijadikan tokoh berkaki kuda untuk sampul single pertama mereka “Berdosa” yang rilis tahun 2018 silamー, sedangkan drummer-nya merangkap menjadi seniman visual yang karya seninya telah banyak digunakan berbagai band, baik lokal maupun luar Indonesia.
Sam-sam (dibaca: mas-mas) pemuda harapan bangsa dan kebanggaan keluarga ini dipersatukan di kota Malang, mengusung wilayah musik berdistorsi kotor yang bising. Sempat vakum dan tak luput dari tambal sulam personel, setelah sekian lama mendekam di dalam studio, Buzzーmereka menamai grupnyaーakhirnya merilis single kedua bertajuk “Tanah Semburat” dalam format video lirik. Sedikit bocoran, dua single yang telah Buzz rilis akan masuk debut album yang akan dirilis dalam waktu dekat.

Sedikit tentang single “Tanah Semburat”, sesuai judulnya berkisah tentang kondisi sekitar yang semakin hari semakin “semburat” alias kacau, baik di linimasa maupun di dunia nyata. “Pandemi ini bener-bener bikin runyam sekitar. Bayangin, kita itu kayak disuruh saling curiga terhadap sesama,” tutur Naufal, gitaris sekaligus frontman unit ini. “Belum lagi ditambah isu kriminalitas yang semakin meningkat di mana-mana. Dan di atas itu semua, roda perekonomian kita kayak bener-bener mati gara-gara wabah ini.”
Melanjutkan pendapat Naufal, Uzed sang drummer menambahkan, “Mau beranjak ke linimasa, ternyata sama brengseknya. Ngeliat orang perang opini, saling tuduh, saling hina, fafifu. Gila! Kayak gak ada ruang buat sehari aja ngerasa aman dan nyaman.”
Berbagai keresahan itupun mereka terjemahkan dalam sebuah trek grunge yang kotor, raw, serta meledak-ledak. Segala proses kreatif mulai dari penulisan hingga rekaman dilakukan di kamar Naufal. Setelah melalui berbagai macam revisi dalam aransemen, trek ini kemudian di-mixing dan di-mastering oleh Rizqsany sebelum kemudian dirilis secara resmi ke hadapan khalayak.
Dari segi visual, single ini juga menyertakan kolaborasi dengan berbagai pihak. Tercatat ada PUCATPENA yang bertugas merancang artwork untuk “Tanah Semburat”. PUCATPENA sendiri adalah seorang visual artist telah banyak membuat artwork berbagai band. Karya-karyanya pernah menghiasi rilisan Frontxside (Makassar), Tamra (Jakarta), Matiasu (Jakarta), hingga The Galactoids (USA) dan Con (Australia).
Sedangkan video lirik lagu ini digarap oleh studio animasi DOGMOTHER. Sebelum “Tanah Semburat”, mereka telah menghasilkan karya audiovisual berbagai band sekitar. Tercatat ada The Old Pines (Sidoarjo), Kingdom (Bali), dan Noe Maahury (Ambon) yang pernah bekerja sama dengan kolektif ini.
Tanpa perlu berlama-lama, sila cek rilisan terbaru dari BUZZ di bawah ini!
Comments (0)