Sheryl Sheinafia & Refo Dan Fauna Ungkap Cinta Sejujur-Jujurnya Lewat Single Kolaborasi “Kalo Kita Jujur Jujuran”

Sheryl Sheinafia & Refo Dan Fauna Ungkap Cinta Sejujur-Jujurnya Lewat Single Kolaborasi “Kalo Kita Jujur Jujuran”

Setelah sukses tampil perdana di panggung Pestapora 2024, kolaborasi musikal antara Sheryl Sheinafia dan Refo Dan Fauna kembali berlanjut. Hari Jumat, 4 Oktober 2024, mereka resmi merilis single kolaborasi ketiga bertajuk “Kalo Kita Jujur Jujuran”—sebuah lagu cinta yang tampil beda dengan balutan lirik jenaka dan nada riang.

Lewat lagu ini, Sheryl dan Refo memilih pendekatan yang jujur sekaligus menggemaskan. “Kalo Kita Jujur Jujuran” berkisah tentang cinta yang tulus dan ringan, di mana kejujuran menjadi kunci utama dalam menerima kekurangan masing-masing pasangan. Namun, bukannya dilukiskan dengan nada sendu atau melankolis, lagu ini justru hadir sebagai pengakuan jujur yang penuh canda.

Setiap bait menyuguhkan deretan kekurangan yang bisa dibilang tabu untuk dibicarakan—seperti gigi kuning, bau badan, hingga suara ngorok. Tapi semuanya dibalut dengan kalimat penuh kasih dan celetukan jenaka. Lirik seperti “cuma ada satu hal, kentutmu bau nanti aku beliin sayur” dan “tapi kamu juga, kamu bau badan nanti kubeli deodoran” menunjukkan bahwa cinta bisa tumbuh bahkan di balik kekurangan yang paling ‘nyata’.

“Kita kan suka bingung ya untuk ngomongin hal-hal kayak kentut, bau badan, gigi kuning, dan ngorok, bahkan ke sahabat atau pasangan sendiri,” ujar Sheryl. “Nah, lagu ini berpesan bahwa kita tetap menyayangi satu sama lain meski dengan kekurangan yang ada.”

Dengan melodi yang sederhana, harmonis, dan refrain yang catchy (“syalalala lalalala”), lagu ini terasa seperti ajakan santai untuk bernyanyi bersama—bahkan mungkin sambil tersenyum sendiri mengingat kekurangan orang yang kita cintai.

“Kalo Kita Jujur Jujuran” kini sudah tersedia di seluruh platform musik digital. Lagu ini bukan hanya sekadar hiburan, tapi juga sebuah pengingat manis bahwa kejujuran dan penerimaan adalah fondasi cinta yang sesungguhnya—meski dibungkus dengan tawa.

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner