Side Project Sebagi Alter Ego Dari Musisi
Kejenuhan dalam sebuah band bisa dibilang adalah hal yang lumrah. Saat band tempat bergabung tidak kondusif untuk menyalurkan ide, akan ada berbagai jalan untuk melampiaskannya. Ketika idealisme bermusik tidak terpenuhi karena perbedaannya influence yang mereka bawa, maka orang tersebut memilih menciptakan band baru tanpa harus mengundurkan diri dari band sebelumnya. Melakukan “selingkuh” atau yang bisa dibilang side project adalah sala satu cara efektif untuk menyalurkan ide genre yang diinginkan.
Dengan berkumpulnya orang dengan satu gagasan bermusik yang diinginkan, biasanya aktivitas “selingkuh” ini cenderung menghasilkan karya yang berbeda. Namun, yang jadi pertanyaan adalah, tidak semua yang melakukan hal ini untuk sesuatu yang serius. Terkadang side project hanya dijadikan untuk meluang kepenatan dari band terdahulu dan hanya melakukan aksi sensasi dari beberapa Gigs (Acara). Dari kegiatan ini, ada juga yang serius dan beruntung memiliki album. Bahkan ada yang lebih sukses dari band aslinya itu sendiri.
Salah satu contoh yang dapat dilihat band selingkuhan ini adalah band The Milo. Band ini merupakan salah satu side project dari Ajie Gergaji yang waktu itu masih aktif sebagai gitaris Cherry Bombshell. Kemudian Ajie mengundurkan diri dari band terdahulu dan memutuskan untuk serius di The Milo. Contoh lainnya terdapat di Dialog dini, band ini merupakan bentukan side project dari Dadang SH Pranoto ( NAVICULA ) dan Ian ( KAIMSASIKUN ).
Memilih jalan “selingkuh” dari band sebelumnya, mungkin bisa patut dicoba untuk mereka yang dilanda kebosanan dari band yang sedang digeluti. Sebagai pecinta musik, memainkan genre yang diharapkan adalah sebuah nilai mutlak. Ketika band Side project telah memberikan itu, alter ego (Sisi Lain) sebagai musisi akan di uji dengan sebuah pertanyaan, tinggalkan yang lama? atau jalan dengan musik yang baru?
Sumber foto; popcultureblog.dallasnews.com
Comments (0)