Simak Kolaborasi Suasanasabtupagi dan Sinema Pinggiran di Video Musik “Anthem No.9”

Simak Kolaborasi Suasanasabtupagi dan Sinema Pinggiran di Video Musik “Anthem No.9”

Sumber foto : Diambil dari rilisan pers Suasanasabtupagi

Konsep video musik “Anthem No.9” digambarkan sebagai aliran waktu yang cuma sedikit dan hidup terus bergerak untuk melihat rentetan kesedihan, keberuntungan yang bisa menggugah perasaan bangkit kembali

Berada di bawah ‘radar’ tidak lantas berbanding lurus dengan kualitas, dan hal tersebut terjadi dengan sebuah band bernama Suasanasabtupagi, yang kemudian ditemukan oleh Anoa Records yang mengaku tak bisa menahan diri ketika menemukan sebuah band baru atau yang belum pernah mereka tahu keberadaannya, dengan materi yang terlalu bagus untuk diabaikan begitu saja. Sampai akhirnya perjumpaan Anoa kemudian berbuah ‘cinta’ kala menemukan lagu “Gotta Go Sailing” milik Suasanasabtupagi, hingga kemudian hal tersebut menjadi trigger dalam melahirkan EP Mammals pada tahun 2020 lalu.  

Terbentuk sejak tahun 2008 lalu dari yang awalnya merupakan sebuah proyek musik untuk mengisi kegiatan di akhir pekan. Menariknya, band ini mempunyai personil paling sedikit 5 orang, dan terkadang bisa sampai 16 orang, tergantung kondisi di lapangan. Di setiap kesempatan band ini bisa begitu cair mengikuti line up yang selalu berbeda sesuai karakter lagu, khususnya jika berada di atas panggung. Mengawali tahun 2022 ini, Suasanasabtupagi merilis video musik dari salah satu single mereka dari EP Mammals, berjudul “Anthem No.9”.

“Kami merasa lagu ini layak untuk jadi next single di ‘Mammals’ dan dibarengi momen yang pas yaitu memulai tahun yg baru dengan situasi band kami saat ini terbaru,” kata Ivan Baba, vokalis dari band yang disingkat SSP ini.

Lagu “Anthem No.9” sendiri diakui oleh menceritakan tentang repetisi dan kegagalan. Allan Soebakir yang telah dikenal sebagai pelaku kolektif Sinema Pinggiran berkolaborasi dengan SSP dalam pembuatan video musik dari lagu tersebut.

“Yang saya tangkap dari pesan lagu itu yaitu tentang perjuangan hidup, mengambil gambar benda benda yang merepresentasikan kegagalan, kesedihan, hukuman, pengulangan,” jelas Allan yang banyak dipercaya membuat video musik dari berbagai band, salah satunya “Teenage Daydream” dari Barefood.

Lebih jauh berkisah tentang video musiknya, menurut rilisan pers yang DCDC terima, konsep video musik ini digambarkan sebagai aliran waktu yang cuma sedikit dan hidup terus bergerak. Allan melihat rentetan kesedihan, keberuntungan dan barang-barang rusak bisa menggugah perasaan bangkit kembali, kerja keras dan pantang menyerah menghadapi hidup. Prosesnya dilakukan sendiri oleh Allan.

“Mulai hunting barang-barang unik dan lucu untuk masuk frame, pasang karton, dan neon saat produksi ketika itu.Sekitar tiga hari proses editingnya,” jelasnya lagi. Simak video musiknya melalui tautan di bawah ini.

BACA JUGA - “Mayhem” dan Tentang Krisis Kepercayaan Ray Viera Laxmana

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner