Simak Unit Post-Hardcore Asal Batam
Teriakan distorsi dan musik gloomy yang berunsur gelap yang mengacu pada alunan post-rock
Selain dikenal karena barang-barang elektronik murah meriah (setidaknya jika dibandingkan di Jawa), Batam juga terselip beberapa musisi lokal yang potensial. Barometer musik Indonesia, yang mungkin lebih cenderung melirik ke pulau Jawa, tak menyudutkan semangat para musisi dari pulau Indonesia lainnya untuk berkarya. Seperti yang baru saja dilakukan oleh salah satu unit post-hardcore asal Batam, Truthless dengan merilis sebuah mini album bertajuk SCHRAWZ E.P beberapa waktu lalu.
Post-hardcore yang kini mungkin sedang marak di beberapa titik kota pulau Jawa seperti Malang, Jogja, dan sekitarnya, tak meredupkan semangat Truthless dalam bermain musik post-hardcore. Tak hanya bermodalkan teriakan distorsi dan musik gloomy yang berunsur gelap yang mengacu pada alunan post-rock, Truthless memasukan beberapa unsur musik lainnya seperti salah satunya yang terdapat pada bagian akhir dari 4 lagu tersebut dengan adanya reverse, dan pengkomposisian partitur musik yang sempurna menciptakan musik di mini album ini sangat mencekam namun tetap tidak menghilangkan beberapa petikan jangly di beberapa musik mereka.
Penggambaran berunsur gelap nan mencekam tersebut juga dihadirkan lewat sampul albumnya. Dengan menggunakan teknik ilustrasi cat air berwarna hitam dan putih serta adanya seekor burung yang sedang terbang menyelimuti panorama hutan yang seakan terbakar dikemas dengan sangat baik untuk bagian sampul mini albumnya.
Truthless yang beranggotakan Alfredo (bass), Tian (drum), Aditya (vocal), Roma (gitar), dan Bayu (Gitar) ini memberanikan diri lewat pembuktiannya bahwa “band daerah” juga dapat bersanding dengan para musisi di beberapa kota besar yang telah dikenal melahirkan banyak musisi. Alunan mencekam nan penuh makna dalam mini album Truthless nantinya akan dicetak dalam bentuk format CD dan juga telah dapat dinikmati melalui kanal resmi milik mereka.
Comments (2)