Single Religius Pertama Bangkutaman

Single Religius Pertama Bangkutaman

Diakui oleh Bangkutaman, single berjudul "Manusia Dalam Tanda Tanya" ini adalah lagu religius pertama mereka, setelah sebelumnya mereka menulis tentang lika-liku perkotaan dalam Ode Buat Kota, dan tuntutan pekerjaan di mini album Rileks.

Di tengah bulan Ramadan 1439 H, group band Bangkutaman resmi merilis single terbarunya, yag berjudul "Manusia Dalam Tanda Tanya". Dengan dirilisnya single ini menjadi catatan pertama kalinya band yang kini berdomisili di Jakarta ini merilis single religi, dan sekaligus menjadi single pertama Bangkutaman pada tahun 2018. Pada tahun sebelumnya, mereka merilis "Pekerja" dalam bentuk vinil (piringan hitam), bersama dengan single "Sok Tahu", lewat demajors records.

Secara teknisnya sendiri, "Manusia Dalam Tanya Tanya" direkam di sebuah studio di Cibubur, tepat bulan puasa tahun 2016. Saat itu, vokalis dan pemain gitar Wahyu Acum baru saja meminjam sebuah gitar unik dari Turki milik Rendi, bos label La Munai Records. Saz, nama gitar itu, punya suara yang menarik. Nuansa timur langsung terbayang begitu mencobanya. Menurut penuturan mereka, dari situ, satu-satu pun mulai terbentuk: sebuah intro gitar dan coret-coretan lirik. Rekaman pun dimulai, pada awalnya hanya sederhana: gitar, vokal dan saz.  "Ini adalah lagu religius yang pernah kami tulis," ungkap bangkutaman. Sebelumnya mereka hanya menulis tentang lika-liku kehidupan perkotaan dalam Ode Buat Kota, dan tuntutan pekerjaan di mini album Rileks.

Balik ke proses rekaman. Mengendap lama sejak sesi Cibubur, muncul ide di tahun 2018 untuk kembali menyempurnakan lagu yang sederhana ini. Dilatarbelakangi situasi yang terjadi di Indonesia, menjadi alasan mengapa Bangkutaman perlu merilis single ini.  Secara isian liriknya pun terasa masih relevan hingga saat ini, dimana ada beberapa manusia yang menurut mereka dekat dengan Tuhan, justru makin menjauh dengan Tuhan-nya, ketika mereka bertindak negatif menyakiti sesama dan menyakiti alam.

Acum dan Topan, 'personil kelima' sekaligus co-produser lagu ini menyempurnakan lagu ini dengan menambahkan perkusi, organ dan bass.  Dan hasilnya bisa didengar sendiri. Beberapa orang menyebut lagu ini pertemuan barat dan timur atau folk, psikedelia, apapun sebutan soal single ini, baiknya silakan dicerna dan diapresiasi sendiri. Adapun single ini tidak tersedia di layanan streaming musik, melainkan digratiskan dengan cara mengunduhnya di website bangkutaman.id.

BACA JUGA - Rayakan May Day, Bangkutaman Rilis Single Pekerja Edisi Khusus

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner