Sovereign Angkat Isu Kekerasan di Klip Musik "Bottommost"
Setelah merilis album perdana The Baneful Litanies sekitar satu tahun ke belakang yang berisi kritik tajam terhadap warga net masa kini yang selalu sesumbar dengan jari-jari kebablasannya, grup musik metalcore asal Jakarta Timur, Sovereign kembali dengan merilis klip musik "Bottommost". Dalam materi ini, Sovereign bercerita tentang malaikat pencabut nyawa dan seseorang yang disayanginya atau dapat dikatakan sebagai kekasihnya.

Ini penjelasan Imam (sutradara) tentang cerita di dalam klip musik tersebut: “Gue pengen nunjukin keadaan seorang malaikat pencabut nyawa, yang sangat menyayangi kekasihnya. Suatu hari harus pergi melaksanakan tugasnya mengambil jiwa dari tubuh-tubuh wanita malang, seperti biasa. Tapi apa jadinya kalau seorang malaikat pencabut nyawa harus mencabut nyawa terkasihnya? Ini adalah tesis kami terhadap isu kekerasan pada perempuan yang kami sajikan melalui visual berbentuk antithesis.”
Lalu, apa kaitannya dengan lagu "Bottommost" sendiri? Menurut Sovereign dalam siaran pers, lagu ini tidak secara langsung menceritakan keadaan-keadaan yang ditampilkan di dalam klip musik. Namun, kemalangan yang masih dialami perempuan ada kaitannya dengan yang "Bottommost" suarakan. Tetapi pada kenyataannya, kita tidak bisa menyamaratakan titik terendah hidup satu orang dengan yang lain. Mereka mengalami ceritanya sendiri dan patut disuarakan, karena tidak mungkin kita membandingkan kemalangan seseorang. Tapi, perlu diperhatikan juga tentang kenaikan angka pengaduan terhadap kasus kekerasan pada perempuan.
"Bottommost" digarap hasil kerjasama Sovereign dengan SecondFloor Studio. Klip musik ini menjadi awal kelanjutan kolaborasi mereka dalam proyek yang akan datang. Sedikit harapan yang Sovereign titipkan dalam klip musik ini, “Setelah kami menceritakan hal ini, setidaknya kedepannya kita bisa membuka dialog tentang kemalangan yang menimpa siapapun. Dan berhenti membandingkannya”.
Comments (0)