Suarakan Ketidakadilan, The Horsemen Rilis Single "Para Kawanan"
Sumber Foto : Diambil dari rilisan pers The Horsemen
Dalam lagu terbaru ini, The Horsemen menyalurkan energi bising dan meledak-ledak sebagai bentuk pelampiasan kemarahan kolektif terhadap ketidakadilan
Unit alternative rock asal Bogor via Jakarta, The Horsemen, kembali menyuarakan keresahan sosial dan lingkungan melalui rilisan terbarunya bertajuk “Para Kawanan”, yang dirilis pada 7 Juni 2024. Single ini hadir sebagai respons musikal atas realita pilu kerusakan lingkungan dan ketimpangan sosial yang dihadapi masyarakat adat, sipil, aktivis, hingga jurnalis.
“Para Kawanan” bukan sekadar lagu. Ia adalah bentuk protes, seruan lantang yang menyayat, dengan lirik provokatif dan aransemen intens. Lagu ini menggambarkan aksi perlawanan berbagai kelompok terhadap hilangnya hutan-hutan di Indonesia akibat eksploitasi demi kepentingan segelintir elit. Ketika hutan dirampas, bukan hanya habitat yang lenyap, tapi juga sumber hidup dan identitas masyarakat adat turut direnggut.
“Lagu ini kami dedikasikan untuk semua masyarakat adat, sipil, aktivis, dan jurnalis yang terus berjuang menyuarakan penolakan dan perlawanan,” ungkap The Horsemen.
Secara khusus, mereka menyebut perjuangan Suku Awyu di Boven Digoel (Papua Selatan), Suku Moi di Sorong (Papua Barat Daya), dan Masyarakat Adat Laman Kinipan di Kalimantan Tengah—yang hingga kini masih berjuang mempertahankan hutan adat dari ancaman ekspansi industri sawit. Lagu ini pun dirilis berdekatan dengan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, yang diperingati setiap 5 Juni.
Secara musikal, “Para Kawanan” menampilkan nuansa yang jauh lebih garang dibanding single mereka sebelumnya, You Don’t Have To (2023), yang cenderung pelan dan kontemplatif. Dalam lagu terbaru ini, The Horsemen menyalurkan energi bising dan meledak-ledak sebagai bentuk pelampiasan kemarahan kolektif terhadap ketidakadilan. Lagu ini direkam di dua studio: Fake Hero Studio dan The Black Machine Digital Studio.
Terbentuk sejak April 2022, The Horsemen digawangi oleh Akbar, Ichan, Jovie, dan Ronggo—para musisi yang sebelumnya telah aktif dalam berbagai proyek musik di Bogor dan Jakarta. Mengusung warna alternative rock yang berani, mereka hadir sebagai suara baru yang tak gentar meneriakkan perlawanan lewat musik.
Kini, “Para Kawanan” telah tersedia di berbagai layanan musik digital. Lagu ini menjadi bukti bahwa musik bukan hanya untuk dinikmati, tapi juga dapat menjadi alat perjuangan. Dengarkan dan resapi perlawanan dalam nada bersama The Horsemen.
Comments (0)