Sun Grass Roots Angkat Cerita Perempuan Idaman Tahun 1300-an
Sumber foto : Diambil dari rilisan pers Sun Grass Roots
Single “Stri Nareswari” dari Sun Grass Roots merupakan lagu berbahasa Indonesia dengan garis cerita menyoal gelaran perempuan yang dalam literatur maya muncul atau ditemukan pada bacaan zaman kerajaan Singosari
Berdiri sejak April tahun 2019 lalu, Sun Grass Roots yang digawangi oleh Yuhka Sundaya (gitar), Nopan Riefanto (drum) dan Dani Irjayana (bass dan synth) ini mengetengahkan aransemen musik yang mengarah pada set ringan nan renyah dengan sisipan neosoul dan low beat serta groovy yang kental di debut singlenya ini. Bisa di bilang masuk ke ranah Pop-R&B namun dengan kadar eklektik yang ajeg dan matang.
Meski memiliki latar belakang berbeda dengan ragam pekerjaan dari mulai akademisi bidang ekonomi, graphic designer, hingga music producer tidak menjadikan chemistry ketiganya kurang erat, dan sebaliknya, menjalani lebih kurang satu tahun bermusik membuat ketiganya menemukan ‘rumah’ untuk menuangkan ragam ide dan kreasi seru atas nama musik.
Melanjutkan episode baru perjalanan bermusiknya, Sun Grass Roots kembali menyapa penikmat karyanya lewat single berjudul “Stri Nareswari”, setelah sebelumnya mereka muncul ke permukaan lewat single “Sunset Boulevard”, yang juga turut menggandeng nama Sarah Saputri, serta salah satu vokalis utama dari band Harra bernama Asilah Andreina sebagai kolaboratornya. Kali ini, di single barnya Sun Grass Roots kembali menggandeng musisi tamu sebagai kolaborator, yakni seorang solois pria asal Yogyakarta bernama Bemandry, untuk mengisi vokal di lagu ini.
Dua buah single yang mereka rilis ke permukaan selalu diisi dengan vokalis tamu. Hal ini dikarenakan Sun Grass Roots sendiri memang mengemban konsep sebagai band tanpa vokal inti, atau dalam hal ini mereka selalu melibatkan rekan-rekan kolaborator untuk mengisi bagian vokal. Secara lirikal, diakui pula oleh mereka jika “Stri Nareswari” merupakan lagu berbahasa Indonesia dengan garis cerita menyoal gelaran perempuan yang cantik dan pintar. Gelaran yang dalam literatur maya muncul atau ditemukan pada bacaan zaman kerajaan Singosari.
“Apakah langsing-langsing seperti saat ini? Ataukah dengan profil yang sama sekali tidak kita bayangkan? Hasil bacaan sana-sini ternyata sosok atau profil perempuan idaman sekitar Tahun 1300-an disebut dengan Stri Nareswari,” ujar Yuhka Sundaya yang mengaku menemukan gelaran tersebut karena mulanya terdorong untuk memahami kecantikan per'empuan' dalam konteks sejarah Nusantara. Lirik yang diuraikan lantas menceritakan atau terimajinasi dari pertemuan singkat imajinernya dengan sosok Stri Nareswari atau boleh juga disebut sebagai pertemuan lintas dimensi melalui mimpi. “Cerita dari lagu ini terasa seperti pertemuan dua zaman berjarak ribuan tahun yang bertemu pada satu titik waktu di Tahun 2020, singkat dan sangat berkesan,” timpal Yuhka Sundaya.
“Akhirnya, yang tersisa adalah lukisan Stri Nareswari yang terukir abstrak berwujud serat-serat atau tulisan yang bernuansa sastra. Kecantikanya terasa bagaikan ‘sastra’. Pada salah satu Bahasa daerah ‘serat’ adalah ‘surat’ atau tulisan, sehingga saya menampilkannya dengan bait, Lukisan indah terangkai penuh makna serat-serat sastra,” beber Yuhka Sundaya. Nopan Riefianto (drummer), pun turut andil dalam memperkuat lirik dan nadanya dengan apik dan penuh pertimbangan dari berbagai referensi sampai akhirnya bermuara pada tercetusnya pemikiran siapa yang tepat dan harus melantunkan lagu ini.
“Bemandry memang yang pertama kami kontak untuk featuring. Awalnya kami tawarkan untuk mengisi lagu versi mentah (akustik). Setelahnya dan memang dirasa tepat barulah Dani Irjayana (bassist dan synth) melakukan aransemen dan memasukan instrument lain dan pada akhirnya menghasilkan demo kedua versi band yang juga menjadi final aransemen yang kita sepakati,” ungkap Nopan Riefianto.
Adapun secara musikal, aransemen musik yang dibungkus dalam “Stri Nareswari” mengarah pada set ringan nan renyah dengan sisipan pop-urban dengan groovy yang khas. Bisa di bilang masuk ke ranah pop dengan kadar easy listening yang tinggi namun tetap dengan tidak mengesampingkan daya eklektik yang ajeg dan matang.
Lagu “Stri Nareswari” direkam di Escape Studio Bandung. Untuk polesan akhir audio atau mixing dan mastering mereka juga menunjuk engineer handal sekaligus pemilik studio bersangkutan yakni Muhammad Rizal. Adapun catatan lain yang juga menjadi pemanis lain yang tidak kalah penting dalam lagu ini yakni keterlibatan Jazzie Bluezillia dan Dita Kusumawardhani Notosuyidno yang berperan dalam vokal latar. Sementara untuk ilustrasi single atau sampul lagu, SGR mempercayakan pada fotografer Banyu Panca Kusumah dengan bantuan akhir dari drummer, Nopan Riefianto. Simak lagunya melalui tautan di bawah ini.
Comments (0)