SUPERFINE dan The Fox and The Thieves akhirnya sepakat menggelar perhelatan bersama.

SUPERFINE dan The Fox and The Thieves akhirnya sepakat menggelar perhelatan bersama.

Memasuki fase baru bermusik, unsur musikal yang biasa lekat dengan keduanya perlahan ditinggalkan. Kolaborasi dimulai, ‘kebaruan’ ditawarkan, raungan “Rubah Suara” pun dikumandangkan.

Kebaruan tersebut dapat disimak via rilisan terbaru mereka berdua. SUPERFINE merilis EP berjudul ‘Rabbit Hole’. Sedangkan The Fox and The Thieves baru saja merilis ulang EP Perdana mereka ‘Diversity’ yang berubah wujud menjadi ‘In Diversity’. EP dari keduanya ini merupakan ‘mukadimah’ dari ragam unsur musikal – yang nantinya akan ditawarkan dalam format album penuh.

SUPERFINE adalah grup musik Bandung yang diperkuat oleh Nancy Christ (vokal), Tiar Renas (gitar), dan Ghushni Ibrahim (gitar). Sempat hiatus selama 5 tahun tanpa karya sejak perilisan EP perdana, Iluminasi (2012), SUPERFINE akhirnya kembali dengan rilisan terbaru. Sedangkan koleganya, The Fox and The Thieves adalah grup musik asal Bandung beranggotakan: Al Zeinuar (vokal, bass), Aldo Pradistira (synthesizer), Indra “Bongky” (gitar), Satria “Ibam” (gitar) dan Almer Kevin (drum). Band yang pernah tampil di Baybeats Festival (Singapura) ini sedang menggarap album penuh perdana yang direncanakan rilis pertengahan 2018.

Makna utama “Rubah Suara” adalah 'pemaknaan unsur bunyi yang berubah. Kata ‘ubah’ (dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti menjadikan berbeda dari yang semula) diplesetkan jadi ‘rubah’. Sementara makna kata ‘suara’ adalah fenomena fisikal dari getaran suatu benda berupa sinyal analog. Frase “Rubah Suara” juga punya makna ganda – di mana kata ‘rubah’ adalah nama hewan liar sebangsa anjing bermoncong panjang. Inilah identitas yang terpatri dengan The Fox and The Thieves. Sedangkan identitas ‘suara’, ditafsirkan dari di salah satu lagu SUPERFINE, “Sound of Wild”. Akhirnya dua kata itu digabung, guna melabelkan nama pertunjukan musik yang mereka berdua usung.

Di awal Januari ini, tiga kota menjadi ‘korban’ pertama dari kolaborasi mereka berdua, “Rubah Suara”. Dalam rentang tiga hari, duo ‘kugiran rock’ asal Bandung ini membakar venue dengan showcase­-nya di Candi Kosmik (Majalengka, 5 Januari 2017), Borneo Beerhouse (Jakarta, 6 Januari), dan Bhang Records (Bandung, 7 Januari). Sebagai titik awal dari sebuah movement panjang, helaran “Rubah Suara” merupakan gerbang bagi sebuah bigger shows pada April nanti. Layak dinantikan.

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner