Tentang Depresi dan Ungkapan Kesedihan Suarloca Tertuang di Single “Saturnine”

Tentang Depresi dan Ungkapan Kesedihan Suarloca Tertuang di Single “Saturnine”

Sumber foto : Diambil dari rilisan pers Suarloca

Diakui oleh band asal Bandung ini jika single barunya tersebut mengetengahkan interpretasi mereka tentang empati yang dituangkan lewat ungkapan kesedihan, ketika mendampingi orang terdekat yang memiliki depresi.

Melanjutkan dari yang ditorehkannya lewat single “Pasang” pada November lalu, awal Februari ini Fahman Fauzi (drum), Husein Muhammad (gitar), Lana Syahbani (gitar), Pahlevi Arie (vokal/synth), dan Zulfikar Rahadian (bass), yang tergabung dalam kolektif musik Suarloca kembali melahirkan karyanya ke permukaan lewat lagu berjudul “Saturnine”. Lagu yang didaulat menjadi single terbarunya ini ditampilkan dengan goresan lirik berbahasa Inggris, dengan komposisi musik yang lebih sederhana dibanding single mereka sebelumnya.

Diakui oleh band asal Bandung ini jika single barunya tersebut mengetengahkan interpretasi mereka tentang empati yang dituangkan lewat ungkapan kesedihan, ketika mendampingi orang terdekat yang memiliki depresi. “Sebagai orang terdekat, membantu adalah hal terbaik yang bisa dilakukan. Namun, tidak dapat dipungkiri, bahwa ketika seseorang mengidap masalah mental, orang terdekat turut menjadi sosok yang terdampak dari segi emosional. Lagu ini berangkat dari pengalaman pribadi vokalis dan adik lelakinya”, ujar mereka melalui siaran persnya.

Lebih jauh tentang musik yang mereka buat di single terbarunya ini, “Saturnine” menawarkan irama lebih lambat, dengan pengulangan riff yang kontemplatif. Satu hal yang bisa dibilang berbeda dengan olahan aransemen musik di single mereka sebelumnya. Meski begitu, pendengar tetap dapat mendengarkan permainan agresif dari Suarloca pada bagian akhir lagu.

Artwork untuk single "Saturnine" (karya Yan @_yanmn)

Tentang proses kreatifnya sendiri, menurut rilisan pers yang DCDC terima, proses pengerjaan “Saturnine” dilakukan pada pertengahan tahun lalu, ketika Suarloca mendapatkan formasi solid, setelah sempat berganti-ganti personil. Ditambahkan pula oleh mereka jik lagu ini cukup spesial bagi masing-masing personil, karena semua memberikan porsi yang sama dalam proses kreatif. Selain itu, “Saturnine” turut menjadi landmark dalam perjalanan Suarloca dalam melakukan eksplorasi identitas.

Suarloca mempercayakan proses mixing lagu “Saturnine” di tangan Rama Harto yang sebelumnya memproduseri single Nadhif Basalamah dan band asal Jakarta, Pinky Walrus. Proses mastering sendiri dilakukan oleh Bill Henderson dari Azimuth Mastering, New Jersey. Sedangkan untuk artwork dari single “Saturnine” dibuat oleh Yan, yang dikenal lewat akun @_yanmn di media sosial Instagram.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by SUARLOCA (@suarloca) on

BACA JUGA - “Mirage”, Sebuah Lagu Tentang Cinta Tak Berbalas Dari Chewing Sparkle

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner