Tentang Rasa dan Persona 'Emo' Tersaji di Debut Single PVLETTE
Sumber foto : Diambil dari rilisan pers PVLETTE
Single “Kembali Hidup” dari PVLETTE mampu menyajikan luapan emosi tentang tekanan seorang anak sulung dengan baik lewat pemilihan lirik berbahasa Indonesia tanpa harus banyak mengernyitkan dahi pendengarnya
Bicara tentang emo, genre musik yang satu ini seperti menemukan momenya kembali beberapa tahun ke belakang, dengan tanda pagar make emo great again, band-band yang mengusung genre ini seakan kembali bergeliat untuk kembali menyuarakan musiknya. Dari angkatan lama sampai yang baru sama-sama ambil peran dalam ‘huru-hara’ skena emo di Jakarta beberapa tahun silam, yang cukup menarik untuk diikuti ceritanya. Seakan mengamini jika skena ini masih punya nyali lebih untuk muncul ke permukaan, sebuah band bernama PVLETTE muncul ke permukaan dengan memperkenalkan diri lewat debut singlenya yang berjudul “Kembali Hidup”.
Kwartet alternative rock asal Jakarta ini mengimani emo dengan memproklamirkan diri sebagai band emotional and straight forward raw feelings. Digawangi oleh Christo (screaming vocal), Raka (guitar, vocal), Diondy (drum), Vicky (bass) ke empatnya bersinergi untuk mengerucutkan pola kreasinya dalam debut single mereka ini. Terbentuk sejak tahun 2019 lalu, band ini menjalani satu tahun lebih perjalanan bermusik bersama, dan perilisan single ini menjadi buah manis dari kerja keras mereka di band ini.
Lebih jauh berkisah tentang single “Kembali Hidup”, single ini mendapat campur tangan dari seorang produser muda berbakat yang namanya banyak terlibat di banyak rilisan penting tanah air. Adalah Wisnu Ikhsantama yang diakui oleh PVLETTE hampir tidak pernah gagal dalam menggarap sebuah karya musik. Dengan arasemen yang baik serta penataan suara yang tepat mampu memberikan PVLETTE untuk mudah diterima di kalangan skena, bahkan mungkin hingga tahap industri besar. Satu hal yang bisa dibilang menjadi mimpi PVLETTE sejak mereka terinspirasi bermusik seperti band-band idola mereka dari mulai Movements, Being As An Ocean, hingga band postrock seperti Lonesome.
Sedikit tambahan, diakui oleh Christo jika nama PVLETTE berhubungan erat dengan harapan mereka untuk bisa jadi palette feeling yang diluapkan menjadi suatu karya musik. Hal ini terbukti kala single debut PVLETTE ini mampu menyajikan luapan emosi tentang tekanan seorang anak sulung dengan sangat baik. Pemilihan lirik berbahasa Indonesia juga sangat tepat dan mampu membawakan cerita tanpa harus banyak mengernyitkan dahi pendengarnya.
Selain itu, single “Kembali Hidup” merupakan pembuka untuk EP perdana PVLETTE yang akan menceritakan kisah dari masing-masing personil dan akan tayang dalam waktu dekat, yang juga akan disuguhkan dengan video musik dengan alur cerita yang berkelanjutan dan akan dipenuhi dengan kejutan.
Comments (0)