Terima Kost Putri Sajikan Memoar 15 Tahun Tsunami Aceh
Sumber foto : Diambil dari rilisan pers Terima Kost Putri
Single “Kembali Ke Samudera” kemudian dikuatkan pula dalam format video lirik yang dilatari dari kisah Ahmad Ridha Joenoes, dan dirilis bertepatan dengan peringatan 15 tahun Tsunami Aceh.
Lima belas tahun telah berlalu sejak Tsunami Aceh melanda Bumi Indonesia, di mana luka itu masih terasa sebagai sebuah bencana yang tentunya banyak memberi kita gambaran tentang banyak hal, pula banyak sisi yang tidak jarang memantik inspirasi di kemudian hari. Pun bagi sebuah grup musik yang menamakan dirinya Terima Kost Putri yang menyimpan rapih memori tragedi tersebut lewat sebuah video lirik dari lagu berjudul “Kembali Ke Samudera”.
Sedikit kilas balik ihwal terjadinya tragedi tsunami di Aceh pada Tahun 2004 lalu, ketika pergerakan lempengan secara tiba-tiba dari dasar laut yang menyebabkan gempa bumi, hingga kemudian menciptakan sebuah gelombang air tinggi yang naik ke atas ‘Serambi Mekkah’. Ratusan ribu korban jiwa berjatuhan, baik tewas maupun hilang. Di antaranya adalah ibu, adik, keponakan, kerabat, hingga sahabat dari Ahmad Ridha Joenoes (64) yang tidak mendapatkan kabar apapun, berhari-hari setelah bencana terjadi. Tanpa berpikir panjang, beliau mengambil penerbangan tercepat menuju Banda Aceh dan memulai misinya untuk menemukan keluarganya yang hilang.
Kisah di atas adalah penggalan cerita yang terangkum dalam video lirik untuk single ketiga Terima Kost Putri, “Kembali Ke Samudra”. Setelah sebelumnya dirilis dalam format audio pada tanggal 9 Agustus 2019 lalu, single “Kembali Ke Samudera” kemudian dikuatkan pula dalam format video lirik yang dilatari dari kisah Ahmad Ridha Joenoes, dan dirilis bertepatan dengan peringatan 15 (lima belas) tahun Tsunami Aceh.
Ahmad Ridha Joenoes adalah ayah dari Abary, vokalis dari band rock alternatif asal Jakarta ini. Memulai kisah pencariannya dengan sebatang rokok, Pak Ridha mengenang kembali bagaimana ia memulai proses pencariannya yang menyayat hati. Mulai dari mengetahui kabar akan tsunami, berusaha terbang ke Aceh, sampai melihat kampung halamannya rata dengan tanah, berhari-hari mencari keluarga dalam tumpukan jenazah, hingga merasa bertemu dengan seseorang yang tengah duduk dan ia yakini sebagai ibunya - hanya untuk mengetahui bahwa orang tersebut bukanlah yang dia harapkan. Akhirnya, Pak Ridha pulang dengan hati yang ikhlas dan menerima hasil pencariannya yang nihil.
Kini setelah lima belas tahun berlalu, setelah perjanjian damai dan usaha pembangunan daerah yang terus dijalankan, serta upaya yang tiada henti untuk menanggulangi bencana, Tsunami Aceh menjadi pengingat bagaimana kuatnya alam ketika menunjukkan kuasanya. Simak interpretasi Terima Kost Putri akan tragedi ini melalui tautan di bawah ini.
Comments (0)