The Panic Ajak Pendengar Melayang Lewat Single “Kala Senja Menghilang”
Sumber foto : Diambil dari rilisan pers The Panic
The Panic kembali lagi dengan sederat nyala kreasi yang mereka pendarkan di ranah musik tanah air. Menariknya, single “Kala Senja Menghilang” ini menggandeng nama Metta Legita sebagai kolaborator di lagu ini
Satu dekade lalu menjadi satu catatan tersendiri bagi grup musik asal Bandung, The Panic. Pasalnya, tahun 2011 lalu album penuh pertama pertama mereka yang berjudul All Human Talk berhasil dirampungkan. Album yang banyak mengetengahkan tema-tema tentang kehancuran bumi atas lelaku congkak umat manusia ini menjadi jejak manis yang ditinggalkan band ini, sampai akhirnya sepuluh tahun dari itu mereka kembali dengan single terbarunya yang berjudul “Kala Senja Menghilang”.
Single ini sendiri merupakan episode baru perjalanan bermusik The Panic pasca mereka merilis “Jika Dunia Terdiam” pada tahun 2020 lalu. Sempat mengalami masa hiatus The Panic kembali lagi dengan sederat nyala kreasi yang mereka pendarkan di ranah musik tanah air. Menariknya, single “Kala Senja Menghilang” ini menggandeng nama Metta Legita sebagai kolaborator di lagu ini. Lagu yang menurut mereka berkisah tentang kerinduan akan kebahagiaan yang di telan oleh kelam ini cukup sarat dengan sebuah pengharapan, di mana dengan lagu ini The Panic berharap bahwa senja akan kembali membawa keindahan kepada dunia. Satu hal yang tertuang juga dalam potongan syair lagu ini, “kala dunia kehilangan senja”.
Hal yang cukup kentara dalam lagu ini adalah tentang kesedihan, di mana penjiwaan akan perasaan tersebut dituangkan dalam setiap lantunan lagu ini, sehingga perasaan duka yang berbalut sendu membuat single ini menjadi single The Panic yang akan membuat para pendengarnya melayang. Ditambahkan pula oleh mereka melalui siaran persnya jika judul “Kala Senja Menghilang” merupakan ‘anekdot’ perihal masalah keragaman yang tertuang pada cerita setiap manusia, terutama cerita yang menggambarkan saat ini, di mana dunia telah di jatuhkan oleh covid-19. Bisa dibilang lagu ini dipersembahkan untuk situasi dan kondisi dunia saat ini, yang tak sedang dalam kondisi perang namun kelam.
Comments (0)