The People of the Sun Buka Lembaran Baru Lewat Maxi-Single “Akal / Bagaimana Jika Gelap”

The People of the Sun Buka Lembaran Baru Lewat Maxi-Single “Akal / Bagaimana Jika Gelap”

Unit rock asal Surabaya, The People of the Sun (POTS), tengah berada di persimpangan penting dalam perjalanan musik mereka. Setahun setelah merilis mini album debut self-titled pada Agustus 2023 dan menjajal tur empat kota, band ini menghadapi sejumlah dinamika internal: mulai dari pergantian personel hingga penyesuaian arah musikal.

Kini, POTS hadir dengan formasi baru yang terdiri dari Adria Riswinanda (gitar), Bimo P. Widiyahutomo (drum), Rahmana Wiradanu (bas), dan Johannes Febrianto Elyas sebagai vokalis terbaru. Bersama, mereka menandai fase baru dengan merilis maxi-single bertajuk Akal / Bagaimana Jika Gelap yang memuat tiga lagu: “Sun”, “Akal”, dan “Bagaimana Jika Gelap”.

Bimo menjelaskan bahwa langkah ini adalah bagian dari usaha POTS untuk mengubah pendekatan mereka terhadap musik. “Kami coba merubah perspektif dan cara kami approach musik POTS ke depannya. Mungkin istilah gampangnya, kami ingin mulai kembali dari nol,” ujarnya.

Jika sebelumnya POTS dikenal dengan nuansa elektronik dan sintetis, kali ini mereka menawarkan pendekatan yang lebih organik. Tujuannya adalah untuk menghadirkan sisi yang lebih manusiawi dan hidup dalam musik mereka. “Kami ingin lebih meng-embrace sisi manusianya saja ketimbang layering sound-sound artificial seperti di album mini kemarin,” lanjut Bimo, seraya menyebut bahwa ketergantungan pada sequencer membuat pertunjukan live terasa kurang utuh.

Transformasi ini juga berdampak pada format panggung mereka ke depan. POTS berencana membawa konsep big-band, dengan sejumlah musisi tambahan untuk memperkaya penampilan langsung mereka. “Akan ada beberapa teman-teman yang bakal membantu dan melengkapi konsep tersebut di panggung,” tambahnya.

Dari sisi tematik, ketiga lagu di maxi-single ini menyuguhkan kisah yang berbeda-beda namun tetap saling terhubung secara emosional. Lagu “Sun” adalah satu-satunya materi lama yang dihadirkan dalam versi baru sebagai pengenalan ulang identitas POTS. Lagu ini tetap mempertanyakan makna eksistensi, menjadi semacam benang merah dari era sebelumnya ke arah baru yang kini mereka tempuh.

Sementara itu, “Akal” menyampaikan kritik tajam terhadap individu yang kerap merugikan orang lain, sedangkan “Bagaimana Jika Gelap” menyelami sisi gelap seorang individu yang memendam seluruh beban hidupnya sendirian. “’Bagaimana Jika Gelap’ menggambarkan seseorang yang tidak pernah membagikan segala keluh kesahnya kepada siapapun hingga akhir hayatnya,” jelas Johannes.

Proses kreatif untuk maxi-single ini berlangsung cukup panjang dan dilakukan sepenuhnya di basecamp mereka. POTS menggandeng Julio Mulya dan Harist Santoso sebagai co-producer dan sound engineer, Wisnu Ikhsantama untuk mixing, serta mastering oleh sang gitaris Adria Riswinanda di 912 Studio.

Maxi-single Akal / Bagaimana Jika Gelap dirilis dalam dua tahap: video musik “Sun” tayang pada 20 November 2024, dan keseluruhan maxi-single dirilis secara digital pada 28 November 2024, lengkap dengan video musik dari ketiga lagu.

Melalui rilisan ini, POTS tak hanya memperkenalkan warna baru, tetapi juga membuka gerbang menuju eksplorasi yang lebih luas di tahun 2025. Ini bukan sekadar kelanjutan, melainkan permulaan baru dari sebuah perjalanan yang lebih jujur, berani, dan membumi.

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner