'They Hate Us': Album Kompilasi Sampler Skena Pinggiran Semarang

'They Hate Us': Album Kompilasi Sampler Skena Pinggiran Semarang

Sumber foto : Diambil dari rilisan pers Mortal Blood Records

Geliat kancah pinggiran selalu menarik untuk diulas, berkat militansi dan metode gerilya mereka yang memang progresif dan selalu layak dimonitori pergerakannya, They Hate Us salah satunya

Sebagai contoh dalam beberapa tahun terakhir saja, produksi album kompilasi skena musik lokal mulai marak bagai jamur di musim penghujan. Persetan dengan pagebluk yang ngamuk. Bukan penghalang, gelombang kreativitas tidak ikut surut. Tercatat ada beberapa deretan kompilasi yang terbit (dan wajib didengarkan format digitalnya atau dimiliki rilisan fisiknya) pada dua tahun ke belakang, seperti; Bikin Kompilasi: Bless This Year, Simulakra, Ocean Blender, Derby Days, Noise Assault Vol. 1, Bandung Bawah, Kompilasi Satu Dekade Medan Blues Society Arsip Sinar Pagi, The Sound of Young Sumatera, Sound Cute Might Delete Later, Pop diKota, Fresh Meat, Noise Assault, Kompilasi Rakyat Vol.1, dan masih banyak lagi. Album kompilasi yang digarap oleh mereka dapat disebut sebagai bukti otentik dari pergerakan dan penanda suara zaman.

Pada awal tahun 2022, tepat di bulan Januari kemarin, Ambarawa tergerak ambil bagian meramaikan geliat praktik produksi album kompilasi ini, meskipun sebatas koridor skena musik kecilnya, lingkup berkesenian yang mereka akui dalam keterangan persnya kerap mengalami pasang surut. Sebagai catatan pembaca, Ambarawa adalah wilayah kecil dari pinggiran kota Atlas atau Semarang yang semangat keseniannya terus berusaha tumbuh dan bertahan meski terbentur keterbatasan ruang.

Awalnya kompilasi ini dijadwalkan rilis pada Agustus 2021 lalu, namun tersendat beberapa hambatan dalam proses produksi yang tidak dapat dihindarkan. Sempat terpaksa dimundurkan dalam beberapa bulan dan akhirnya tuntas digarap pada Januari 2022.

They Hate Us merupakan album kompilasi sampler dari musisi/band skena Ambarawa yang diinisiasi bersama oleh Kolektif Mati Suri dan Mortal Blood Records. Sebagaimana kebanyakan album kompilasi lainnya diproduksi, They Hate Us digarap dengan modal sebuah semangat untuk merangkum dan mengingat kembali perjalanan yang telah dilalui para musisi independen Ambarawa. Album kompilasi ini adalah penanda zaman yang merangkum tentang evolusi skena musik pinggiran di Ambarawa.

Pengambilan tajuk “They Hate Us” dipilih karna dinilai selaras dengan sajian realitas yang kawanan skena Ambarawa hadapi, perihal fenomena masih banyaknya pembatasan berekspresi di Ambarawa. Akumulasi dari beberapa peristiwa yang menyadarkan kawan-kawan Ambarawa bahwa kebebasan berseni sejatinya adalah sesuatu yang harus diperjuangkan.

Kompilasi They Hate Us digagas dengan tujuan mendokumentasikan jejak rekam para musisi arus pinggir yang berbasis di selingkaran Ambawara dan sekitarnya, lewat aneka ragam musik yang muncul di kawasan ini dengan ambisi menjangkau audiens yang lebih luas, baik dari para pendengar, label, media, kolektif, atau siapa saja.

Album ini didistribusikan oleh lebel rekaman asal Ambarawa, Mortal Blood Records. Komposisinya berisi 20 band lintas generasi dan genre. Materi yang tersaji di album kompilasi ini direkam dari berbagai era. Kompilasi ini dirasa cukup mewakili perjalanan skena independen Ambarawa dalam hampir dua dekade terakhir. Tercatat 20 nama yang menghiasi kompilasi ini di antaranya adalah Strength Down, Chewing Glass, Hell in Voice, Papergrown, Sicksoul Blessed, Bakso Water Popsicle in The Hand of Erick Tohir, Calender of December, Petriot Junkie Noise, Feel Strong, Dumb Ass, Bentrok!, Ruction, Pcychiatric Disease, Civil Society, Leech, Libertad, Rosarius, Serigala Berbulu Domba, Mafia Lokal, dan Striving.

Album kompilasi They Hate Us (2022) ini dicetak secara terbatas menggunakan cakram padat disertai newsletter, sticker, poster, dan patch. Rilisan ini belum tersedia di layanan digital/streaming service, entah apakah ada kemungkina dirilis versi digitalnya belum ada kabar terbaru terkait hal tersebut. Yang jelas,  apabila kalian tertarik untuk mengoleksi rilisan fisiknya, silahkan pesan melalui @mortalbloodrecords atau narahubung Amar di nomor 085156976361.

BACA JUGA - Kolaborasi Sarat Distorsi Dari Noxa, Inlander dan Kandarivas Lahirkan 'Propakanda Weapon'

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner