Tiga Belas Bentuk Keresahan Dunia Saat ini Dari Aliansi Post-Rock Jogja, Buktu

Tiga Belas Bentuk Keresahan Dunia Saat ini Dari Aliansi Post-Rock Jogja, Buktu

Sumber foto : Press rilis Buktu

Bersama dengan nada yang gloomy nan gelap dalam debut album penuhnya, Buktu juga mengajak tiga belas seniman untuk merepresentasikan apa yang mereka suarakan melalui proyek musik ini.

Polemik kehidupan memang sulit ditebak. Terkadang memuaskan satu pihak, tapi juga dapat merugikan bahkan membuat resah segelintir orang ketika menemukannya. Maka, Buktu adalah satu kelompok dari orang-orang yang merasakan keresahan itu dengan nada-nada yang gloomy, dingin nan mendayu lewat debut album berisikan 13 (tiga belas) lagu dalam tajuk Mengeja Gejala Menjaga Dendam.

Ini adalah jejak pertama dari perjalanan Buktu sebagai kelompok musik Post-rock dari Yogyakarta. Dalam formasinya yang beranggotakan Yusak Nugroho (Drum dan Perkusi), Aryo Bhaskoro (Gitar) , Zaen Dehero Pahlevi (Gitar), Adhie Bona(Bass), dan Bodhi IA (Narator/ synthsizer) adalah nama-nama baru di ranah musik tanah air. Dan jika mendengarkan beberapa materi mereka, terselipkan sebuah narasi layaknya membaca puisi yang dibacakan oleh Bodhie IA. Namun, tak melulu demikian, keresahan pun dapat dirasakan kapanpun bahkan saat itu juga. Seperti teks yang dituliskannya, Buktu menganggapnya ini adalah sebuah teks multitafsir yang mempersilahkan pendengar merespon dengan bentuk apapun dengan karya mereka.

Serta ini juga yang disebutkan bahwa ada 13 (tiga belas) seniman yang merespon tiap lagu dalam album debut Buktu. Nama-nama seniman tersebut belum disebutkan secara tekstual oleh Buktu dalam siaran pers-nya, namun yang jelas peran seniman tersebut nantinya akan merespon keseluruhan lagu yang telah dihadirkan oleh Buktu dalam bentuk visual.

Album ini secar resmi sebenarnya telah dirilis sejak November 2017 lalu. Kala itu, Mengeja Gejala Menjaga Dendam dirilis dalam format fisik berupa cakram padat. Dan berlanjut tahun setelahnya, album ini pun dirilis dalam format digital yang telah disebarkan dibeberapa layanan musik streaming seperti Spotify, Itunes, Deezer dan lain sebagainya.

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner