Tradeto Kembali dengan "Pelangkah", Sebuah Refleksi Lembut atas Kehidupan yang Berulang
Setelah cukup lama tak terdengar sejak perilisan album debutnya Kelahiran Kala Nanti di tahun 2023, solois Tradeto akhirnya kembali ke permukaan dengan sebuah single baru bertajuk “Pelangkah”. Lagu ini dirilis serentak di berbagai layanan streaming digital pada 1 Juli 2025, disertai video lirik yang bisa disimak di kanal YouTube resminya.
Dalam “Pelangkah”, Tradeto menghadirkan narasi tentang rutinitas hidup yang melelahkan namun tetap dijalani. Melalui lirik yang jujur dan reflektif, lagu ini mencoba merangkul mereka yang setiap hari terjebak dalam siklus: bangun pagi, bekerja, makan, pulang, lalu mengulangnya kembali esok hari. Namun di balik repetisi itu, ada harapan dan tujuan yang patut dikejar.
“Lagu ini bercerita tentang keseharian yang berulang, yang mungkin belum sesuai dengan apa yang kita inginkan. Tapi apapun itu, kita tetap harus menuntaskan apa yang sudah dimulai,” ujar Dias Widjajanto, nama asli dari Tradeto, tentang makna yang ingin ia sampaikan lewat lagu ini.
Secara musikal, “Pelangkah” terdengar lebih cerah dan lembut dibanding karya-karya Tradeto sebelumnya. Lagu ini hadir dengan nuansa akustik yang dominan, menandai arah baru dalam eksplorasi kreatifnya. Tradeto mengaku menulis lagu ini hanya berbekal gitar akustik dan kepala kosong—berbeda dari proses digital yang biasa ia lakukan di masa lalu.
Meski dibungkus dengan alunan yang menenangkan, lirik “Pelangkah” tetap menyimpan lapisan overthinking dan keresahan akan perjalanan hidup yang stagnan. “Gue pengen kasih mood bahwa sekalipun kita galau atau overthink, yaudah, nikmati aja prosesnya,” tambah Tradeto.
Eksplorasi ini terasa seperti napas baru bagi Tradeto, yang biasanya dikenal lewat lagu-lagu dengan nuansa lebih kelam atau digital-heavy. Kini, ia mencoba menyampaikan optimisme secara halus—tanpa kehilangan kejujuran dan rasa personal yang menjadi ciri khasnya.
Untuk para pendengar yang tengah merasa jenuh atau kehilangan arah, “Pelangkah” bisa menjadi pengingat yang lembut: bahwa hidup bukan hanya tentang bertahan, tapi juga tentang melangkah menuju masa depan. Seperti kata Tradeto, “Yang paling penting adalah mempunyai pemikiran bahwa kalian itu sudah sampai di sini, bukan baru sampai di sini.”
Comments (0)