“Vermillion Love” : Kado Valentine Dari White Chorus & Not a Sunflower
Sumber foto : Diambil dari rilisan pers White Chorus
Lagu “Vermillion Love” dari White Chorus membicarakan sebuah hubungan toxic, namun sangat menggoda hingga disalah artikan sebagai ‘dream love’
Sebuah album bisa jadi sebuah artefak penting bagi musisi atau band. Tidak jarang untuk menguatkan isian sebuah album mereka terlebih dahulu melempar single sebagai amunisi yang mewakili album tersebut. Pun begitu dengan yang diamini oleh duo elektronik asal Bandung, White Chorus, di mana duo ini secara konsisten merilis single mereka ke permukaan, dari mulai “HEATWAVE”, “Telephone Call”, “I Shouldn’t Bring My Heart Next Time”, “Alone Together”, hingga “Disappear”. Bertambah spesial mengingat single ini kemudian didaulat juga menjadi kepingan terakhir sebelum dirilisnya album penuh mereka yang berjudul FASTFOOD.
Namun, seolah tidak ingin berpuas diri terlalu dini dengan beberapa single dan satu album yang mereka rilis, duo ini kembali melahirkan karya baru ke permukaan. Kali ini mereka menawarkan sebuah single berjudul “Vermillion Love”. Lagu ini merupakan hasil kolaborasi dengan Not a Sunflower (IG: @iamnotasunflower), sebuah brand handcraft asal Jakarta, dan dirilis sebagai perayaan hari Valentine. Masih dengan ciri khasnya, di lagu ini, White Chorus membicarakan pandangan unik mereka terhadap sebuah hubungan.
“Vermillion Love membicarakan sebuah hubungan toxic, namun sangat menggoda hingga disalah artikan sebagai ‘dream love’. Mungkin ada waktu di mana kamu menyadari itu buruk, tetapi kamu pun tidak bisa menyanggah bahwa kamu menginginkan lebih,” tutur Clara Friska dan Emir Mahendra.
Keduanya juga menambahkan bahwa tema ini juga terinspirasi dari warna vermillion itu sendiri. “Kami sangat menyukai fakta bahwa warna itu berasal dari cinnabar, mineral beracun dan berbahaya tetapi menghasilkan warna yang sangat cemerlang dengan sedikit misteri.” Ujar mereka, dikutip dari siaran pers yang DCDC terima.
Adapaun lirik lagu “Vermillion Love” ditulis langsung oleh Nurul Aulia Sari selaku founder dari Not a Sunflower. Nurul sendiri merupakan seniman muda yang beraspirasi memecah stereotip “seniman curhat” yang kerap disematkan bagi seniman perempuan. Baginya, karya-karya bersifat personal tidak sepatutnya dipandang remeh, atau dibanding-bandingkan dengan tema sosial politik.
Sebagai tambahan, dalam lagu ini White Chorus pun dibantu oleh Dhafir Dhiaulhaq di bagian mixing/mastering. Sedangkan di peran produser, Clara dan Emir masih melakukannya secara independen. “Vermillion Love”, yang dirilis di bawah naungan HAPPYSAD Records dan Microgram, sudah bisa didengarkan di seluruh streaming service. Simak lagunya melalui tautan di bawah ini.
Comments (0)