"When I'm All Alone" dari Rafi Sudirman; tentang Menghargai dan Mencintai Diri Sendiri
Sebelum mencintai orang lain, cintailah diri sendiri terlebih dahulu. Itulah pesan utama yang terkandung dalam lagu "When I'm All Alone" dari Rafi Sudirman. Ia ingin mengingatkan pendengarnya untuk tidak menggantungkan kebahagiaan pada orang lain.
Rafi Sudirman makin serius di industri musik tanah air. Jebolan perkumpulan musik anak muda Indonesia buatan Erwin Gutawa dan Gita Gutawa bernama "Di Atas Rata-Rata" ini kembali menyiarkan kabar tentang karya terbaru. Diawali pada Maret 2019 dengan single perdana berjudul "Indah Denganmu", kini ia sudah bersiap merilis EP keduanya dengan terlebih dahulu merilis "When I'm All Alone" sebagai single pembuka.
Cerita dalam "When I'm All Alone" adalah tentang seberapa bahagianya seseorang ketika tidak sedang berada dalam suatu hubungan. Utamanya, Rafi ingin mengedepankan tema self-love, bahwa menerima dan mencintai diri sendiri seharusnya didahulukan sebelum melibatkan orang lain dalam satu hubungan. Meski mengangkat tema yang banyak dipilih penggiat musik, yaitu cinta, tapi ada esensi yang berbeda dari lagu-lagu cinta pada umumnya.

"Mungkin orang berpikir, di dalam suatu hubungan orang tersebut bakal selalu senang, dan orang juga pikir mungkin kalau mereka ngga di dalam suatu hubungan, mereka ngga akan selalu senang; padahal apa yang ada di pikiran saya, we could be happy even we are single," tutur Rafi dalam siaran pers. Ia juga menyatakan bahwa ia ingin "mengecoh" pendengarnya; judulnya terkesan sedih padahal suasana yang terkandung dalam "When I'm All Alone" adalah ceria dan memiliki pesan yang berlawanan dari rasa sedih. Pesan utamanya adalah Rafi ingin mengajak pendengarnya untuk menghargai dan mencintai diri sendiri dan tidak menggantungkan kebahagiaan pada orang lain.
Dalam "When I'm All Alone", Rafi juga mencoba hal baru di bagian musik. Ia bereksperimen dengan memberikan unsur musik elektronik di dalamnya. Selain ingin mencoba hal baru, Rafi juga ingin tahu bagaimana tanggapan pendengarnya ketika mendengar Rafi hadir dengan elemen musik yang sebelumnya tidak ia garap. Urusan produksi pun ia tanggung sendiri, seperti di EP pertamanya. Dari mulai menulis, membuat aransemen, hingga mixing-mastering ia lakukan secara mandiri dalam waktu sekitar tiga bulan.
Kini, "When I'm All Alone" dari Rafi Sudirman sudah bisa dinikmati di berbagai layanan musik digital. Rafi berharap lagu yang didaulat jadi single pertama untuk album mini keduanya ini dapat memberi efek positif, membangun semangat dan mampu menjadi media penyembuh agar setiap orang bisa melewati masalah dan mencintai dirinya masing-masing.
Comments (0)