Youthquake Ubah Kegelisahan Politik Jadi Dentuman Hardcore di Single “Manuver”
Perbincangan soal politik, apalagi politik lokal, memang tak pernah kehilangan daya tariknya. Janji-janji kampanye, pergantian pemimpin, hingga permainan kekuasaan kerap menjadi siklus berulang yang memunculkan rasa jenuh maupun sinisme. Namun bagi band hardcore asal Bali, Youthquake, kegelisahan tersebut justru menjadi bahan bakar kreatif untuk single terbaru mereka yang berjudul “Manuver”.
Youthquake bukan band hardcore biasa. Unit ini berawal dari para personel komunitas Bali Xtreme Drummer (BXD)—sebuah wadah bagi para drummer lintas genre. Meski latar belakang musik mereka berbeda, para penggebuk drum ini bersatu dalam satu frekuensi energi dan visi musikal: menyuarakan keresahan dengan intensitas penuh melalui hardcore yang bertenaga dan provokatif. Keunikan utama Youthquake terletak pada komposisinya—seluruh personelnya adalah drummer aktif dari berbagai band yang memilih untuk keluar dari belakang set drum dan membentuk sebuah kolektif musikal baru.
Dalam “Manuver”, Youthquake menyoroti ironi dalam dinamika politik daerah. Bukan sekadar menyalahkan, namun mencoba menggambarkan siklus manipulasi kekuasaan, janji kosong, dan taktik bertahan demi kekuasaan melalui lirik-lirik yang tajam, sarkastik, dan ambigu. Mereka menyebutnya sebagai “euforia pesta politik”—sebuah pesta yang penuh topeng dan kepura-puraan, namun tetap menjadi kenyataan yang harus dihadapi.
“Pesannya, ya agar kita semua tidak selalu bereaksi negatif, arogan, dan radikal. Kita semua sama, manusia yang punya ambisi. Tapi terkadang kita juga harus bertindak berdasarkan etika, tidak berasaskan kepentingan semata. Damai selalu, Indonesia,” ujar Nova Fuxnbums, vokalis Youthquake.
Diproduksi di Rock The Beat Studio bersama sound engineer Dendan Rukmananda, lagu ini hadir dengan elemen yang tak biasa. Selain riff gitar yang padat dan vokal penuh ledakan, “Manuver” juga memuat elemen recycle percussion, hasil eksplorasi ritmis dari latar belakang drummer masing-masing anggota. “Makanya di lagu ini ada recycle percussion-nya,” tambah Nova, menegaskan bahwa keunikan musikal Youthquake tidak hanya berhenti pada konsep, tapi juga pada eksekusi.
Secara audio, “Manuver” telah tersedia di Bandcamp, sementara video liriknya bisa dinikmati lewat kanal YouTube resmi Youthquake. Lagu ini bukan hanya sebuah karya musik, tapi juga ajakan untuk berdiskusi, merenung, dan menyikapi realitas politik dengan cara yang lebih reflektif, meski tetap lantang.
Dengan kombinasi amarah yang terstruktur, distorsi menggema, serta kritik sosial yang dikemas cerdas, Youthquake membuktikan bahwa musik hardcore masih relevan sebagai medium protes dan pernyataan sikap. “Manuver” bukan sekadar lagu, tapi juga sebuah gerakan.
Comments (0)