Yudha Hiltonz Debut Lewat “Prasangka”: Pop Melankolis Sarat Emosi dan Nostalgia
Setelah dikenal sebagai Master of Ceremony dan penyiar radio dengan suara khas renyahnya, Yudha Hiltonz, pria asal Malang, akhirnya memperluas kiprahnya di dunia musik. Pada 6 Desember 2024, ia resmi merilis debut singlenya yang bertajuk “Prasangka”—sebuah lagu yang memadukan kejujuran lirik dan nuansa pop melankolis yang kental.
Berawal dari keisengan semasa kuliah dalam menulis lagu, “Prasangka” sejatinya sudah rampung sejak tahun lalu. Namun, arus kesibukan Yudha dalam berbagai proyek membuat lagu ini sempat tertahan di ‘kontrakan benaknya’. Barulah di penghujung 2024, dorongan untuk memperdengarkan lagu ini kepada publik akhirnya benar-benar ia realisasikan.
“Produksi sebenarnya sudah dari tahun lalu, mulai dari rekaman, aransemen musik, sampai mixing dan mastering. Tapi karena beberapa project lain yang cukup menyita waktu, akhirnya baru sekarang bisa rilis,” ujar Yudha.
Secara tematik, “Prasangka” menyoroti sisi rapuh dalam hubungan: prasangka dan kecurigaan yang tumbuh akibat kurangnya komunikasi. “Aku ngerasanya ini itu relate ke semua orang. Dalam hubungan yang nggak komunikatif, biasanya saling nyimpen prasangka yang akhirnya malah saling melukai,” terang Yudha soal inspirasi lagunya.
Tak sendiri, Yudha mengajak sahabatnya, Berlian, untuk turut mengisi vokal dalam lagu ini. Kolaborasi ini bukan tanpa alasan. Menurutnya, karakter suara Berlian sangat cocok dengan emosi yang ingin ia bangun dalam “Prasangka”. Hasilnya adalah harmoni vokal yang memperkuat pesan dari lagu, seolah menggambarkan dialog emosional antara dua insan yang sedang saling meraba kebenaran di balik prasangka mereka.
Dalam urusan musik, single ini mengusung nuansa pop galau era 2005–2010 yang kental dengan atmosfer nostalgic. Perpaduan melodi yang syahdu dan aransemen musik yang hangat membuat “Prasangka” terasa seperti surat terbuka dari masa lalu—penuh rasa, namun tetap relevan untuk hari ini.
Yudha sendiri menulis seluruh lirik lagu ini dan juga terlibat dalam aspek visual. Ia merancang artwork single ini sekaligus menjadi co-producer bersama Dika Lasika yang menangani aransemen serta proses mixing dan mastering. Visual dari perilisan ini pun turut dikuatkan oleh hasil jepretan fotografer Jay Tan.
Dengan “Prasangka”, Yudha Hiltonz tak hanya memperkenalkan dirinya sebagai musisi, tetapi juga sebagai storyteller yang peka terhadap emosi manusia. Sebuah debut yang tak hanya terdengar, tapi juga terasa.
Comments (0)