Antiphaty, For The Scene, dan Kejutan yang Tak Kunjung Usai

Antiphaty, For The Scene, dan Kejutan yang Tak Kunjung Usai

Goredath – “Manic Depression/Fight”

Goredeath adalah sindikat yang konon diisi “bocah-bocah tua nakal”. Mereka menggeber musik thrash metal dalam bentuknya yang paling bengis dan serius. Dua single ini dibalut riff gitar yang catchy, lengking vokal penuh hardik bak titisan Mille Petrozza, serta pola drumming yang galak. Kalau anda demen pada Kreator, Exodus, atau Toxic Holocaust maka rasanya akan cukup rela untuk headbanging sembari mengangkat simbol tiga jari ke angkasa. Thrash on!


Senyawa – Sujud (Sublime Frequencies)

Sudah hampir setahun saya berusaha keras mencerna album ini. Senyawa memang layak disebut sebagai keajaiban yang datang dari musik nusantara. Meski kerap diacuhkan di negeri sendiri, mereka hampir selalu menorehkan emas di tanah bangsa lain. Sujud tampaknya membawa Rully Shabara dan Wukir Suryadi menjadi lebih padu dan organik. Lebih nge-band, gampangnya. Rock eksperimental diusung dalam bentuknya yang paling purba dan membumi – komplit dengan derau doom dan desis drone di sana-sini. Rapalnya bak mantra yang menginjak bumi – dengan hentakan kaki yang cukup keras. Membawa isu lingkungan, tanah, dan agraria pada formatnya yang paling tribal dan pekak. Sujud banyak diulas oleh media asing dan mendapat kredit positif. Bahkan disebut-sebut sebagai salah satu rilisan rock/eksperimental terbaik tahun 2018 lalu. Kita sendiri memang suka terlambat mengapresiasi kehebatan mereka. Sekarang, sudah sepatutnya kita bersujud di hadapan album yang ajaib dan menawan ini. Better late than never.


Unscarred – Fallen Emporium (Grinder Records)

Komposisi death metal terasa cukup “agung” di tangan unit musik ini. Selalu dibangun dengan fondasi instrumentasi yang megah sebelum masuk pada teror riff gitar dan blastbeat yang dipacu kencang serta sedikit gelap. Jelas nama Dissection dan Grave menjadi rujukan penting bagi Arek-arek Suroboyo ini – yang kebetulan kaosnya juga mereka kenakan dalam foto personel di sleeve cover. Tambahkan nada-nada tanpa takut ala Hypocrisy dan keliatan gitar Edge of Sanity untuk memudahkan identifikasi corak musik Unscarred ini. Fallen Emporium berisi delapan lagu yang seakan menggabungkan keterampilan produksi Peter Tagtgren dengan racikan Dan Swano. Hasilnya terdengar dingin sekaligus bengis. Menguatkan imaji akan laga pertempuran yang sengit antara iblis dan dewa di tanah Skandinavia. Dan malaikat pun tahu siapa yang jadi pemenangnya.

Samack lahir dan tumbuh di kota Malang. Sempat menerbitkan Mindblast Fanzine (1996-1998) dan situs musik Apokalip (2007-2010). Tulisannya seputar musik dan budaya pop pernah dimuat di Jakartabeat, The Metal Rebel, Rolling Stone Indonesia, Vice Indonesia, Warning Magz, Whiteboard Journal, GeMusik, serta berbagai media lainnya. Sesekali menjadi editor untuk sejumlah buku dan penerbitan. Saat ini beraktivitas di bawah institusi Solidrock serta mengelola distribusi rekaman bersama @demajors_mlg.

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner