Apakah Bermain Musik Metal Itu Bebas dan Tanpa Aturan? (Bagian 2)

Apakah Bermain Musik Metal Itu Bebas dan Tanpa Aturan? (Bagian 2)

Dari segi instrumentasi, sebuah band metal biasanya terdiri dari instrumen gitar, drum, bass, dan terkadang ditambah dengan keyboard atau synthesizer. GItar seringkali dijadikan instrumen utama, pola-pola permainan yang rumit yang ditunjang dengan amplifier high-gain dan efek untuk menghasilkan sound yang berat dan kuat. Permainan drum tidak kalah krusial. Kekompakan gitar dan drum yang seringkali memainkan pola ritmis yang sama menjadi sebuah daya tarik tersendiri yang tidak ditemukan di genre lain. Set drum yang cenderung ramai, poliritmis, teknik tangan dan kaki yang harus seimbang seperti yang bisa kita temukan di lagu-lagu Meshuggah.  Dalam musik metal, instrumen drum berfungsi sebagai beat keeper (penjaga tempo), pemberi aksen, dan pukulan yang tegas dengan meter yang beragam (common, simple, bahkan odd time). Instrumen lain yang tidak kalah penting adalah bass gitar dan teknologi yang melekat di dalamnya. Alat musik inilah yang membuat suara musik dari metal terdengar berat dan kuat. “…Its contribution to the instrumental mix is what makes heavy metal “heavy”, (Weinstein:2000). Dengan kelengkapan fiturnya, keyboard (synthesizer) mampu memberi kesan “penuh” dan mewarnai musik dengan ambience yang dihasilkan instrumen ini.

"Rational Gaze," Nothing (2002) -  Foto: www.scribd.com

Unsur utama metal lainnya adalah vokal, yang mempunyai posisi setara dengan instrumen. Perpaduan ini cenderung unik dan membedakannya dengan gaya musik lain. Terlibatnya emosi yang mencakup amarah, rasa sakit, dan adrenalin yang diluapkan vokalis saat bernyanyi metal, menuntut seorang vokalis metal harus mempunyai power yang kuat dan harus mengimbangi volume instrumen lainnya. Untuk itu, seorang vokalis metal cenderung berteriak (scream) dan menggeram (growl). Pada perkembangannya, teknik vokal tersebut menjadi daya tarik tersendiri dan khusus karena jarang ditemukan pada genre musik lain, seperti teknik scream, growl, grunt, piq squeals, fry, false, dan death.


Ronnie James Dio - Foto: www.listal.com

Hal menarik lainnya ialah komposisi musik metal yang cenderung progresif. Bermunculannya subgenre baru di satu sisi menjadi penanda bagaimana beragamnya komposisi-komposisi yang beredar. Rasanya akan terlalu melebar jika mengupas seluruh subgenre yang dikategorikan dalam musik metal ini. Untuk itu, saya coba pilihkan beberapa subgenre saja yang saya anggap sebagai salah satu faktor pembeda dengan jenis lainnya, sekaligus menjawab beberapa pertanyaan tentang karakter musik metal. Penting digarisbawahi bahwa heavy metal menjadi bagian kebudayaan yang lebih luas ketika melahirkan subgenre. Istilah “metal” akhirnya lahir sebagai bentuk baru yang mewakili heavy metal dan subgenrenya. Transformasi heavy metal menjadi beberapa subgenre ini dihasilkan dari eksplorasi para musisi berupa pengembangan musikal maupun penghilangan beberapa aspek seperti musik, lirik, dan gaya berpakaian.

Hinhin Agung Daryana atau yang lebih dikenal dengan sebutan Hinhin Akew adalah salah satu tokoh yang sudah bergelut di ranah musik bawah tanah sejak tahun '90an. Ia merupakan seorang gitaris dan akademisi yang fokus mengajar hal-hal yang berkaitan dengan musik. Hari ini, ia aktif dan bermusik bersama Nectura dan Humiliation.

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner