Band Bule Rasa Lokal

Band Bule Rasa Lokal

4. ORANG UTAN

“Sebuah band bernama Orang Utan dengan cover album bergambar King Kong”

Nah, untuk yang satu ini sebenarnya saya agak ragu-ragu, karena kata “Orang Utan” mungkin sudah menjadi international word. Istilah atau kata “orang utan” mungkin gak ada kata pengganti dari bahasa lain, terutama Inggris, seperti monkey untuk monyet atau tiger untuk macan, kecuali mungkin untuk istilah dalam bahasa Latin. Tapi, mungkin karena hewan ini berasal dari daratan Melayu, terutama Indonesia dan Malaysia (Borneo), maka kata “orang utan” pun tetap dipakai, dan khusus untuk tulisan ini juga masih bisa dianggap relevan.

Band psychedelic / acid rock bernama “Orang Utan” dibentuk di Inggris sekitar tahun ‘70an,  beranggotakan Terry Clarke (vokal), Mick Clarke (gitar), Sid Fairman (gitar), Paul Roberts (bass), dan Jeff Seopardie (drum). Meskipun diketahui bahwa band ini masih aktif hingga kini, mereka ternyata hanya tercatat memiliki satu album rekaman saja, di mana para personil band ini juga tidak mengetahui bahwa materi lagu-lagu yang mereka rekam di Inggris ternyata dirilis dalam bentuk full album dan diedarkan secara luas. Inilah yang menjadi satu-satunya rilisan band “Orang Utan”. Pada saat merekam materi lagu-lagu itu di sebuah studio rekaman kecil di London, band ini masih bernama “Hunter”.

Adalah seseorang bernama Adrian Miller yang diklaim sebagai orang yang bertanggungjawab atas beredarnya album band ini secara “liar”, dan dia pula lah yang dianggap sebagai orang yang paling bertanggung jawab atas dicurinya master rekaman album band yang saat itu masih menggunakan nama “Hunter”. Bahkan, Miller juga dianggap yang bertanggung jawab dalam membujuk seseorang yang saat itu dianggap sebagai manajer band ini untuk akhirnya mengubah nama band ini menjadi “Orang Utan”. Intinya, baik itu pemilihan nama band, pemilihan artwork cover, dan bahkan perilisan album ini dilakukan tanpa sepengetahuan dari para personil band ini sendiri.

Setelah melewati perselihan panjang dan proses hukum yang lumayan pelik dengan manajemennya, akhirnya tidak ada jalan lain. Mereka memutuskan untuk membubarkan band ini, sebuah band yang harusnya mungkin menjadi bagian dari sejarah besar perkembangan musik psychedelic rock dunia. Terry Clark sendiri akhirnya membentuk sebuah band yang akhirnya menjadi popular bernama Jason Crest.

Kalau di kuping saya sendiri, band ini bisa dibilang sebagai dasar yang kuat untuk mengarah ke stoner metal. Riff-riff gitarnya sangat kental untuk menjadi stoner metal, tinggal ditambah distorsi yang lebih tebal lagi. Agak bluesy juga, sedikit kayak Warhorse atau Zeppelin di era awal, in my humble opinion.

Sebenarnya, kalau googling akan banyak juga ditemukan band atau grup musik yang menggunakan nama Orang Utan atau Orangutan. Tapi, saya cuma tertarik dengan yang sudah saya tulis di atas.

BACA JUGA - Pengamen: Seniman, Musisi, atau Pengganggu? (Bagian 1)

Selain dari nama-nama band di atas yang sudah saya bahas, masih banyak lagi band-band lain yang saya tahu atau pernah dengar yang menggunakan nama yang diambil dari kata-kata bahasa Indonesia, atau Sanskrit-Melayu yang sudah banyak diadaptasi menjadi bahasa Indonesia, atau bahasa Internasional. Kalau mau disebutkan, ada band-band dengan nama seperti Banten, Djakarta, Garuda, Hanuman, Gong, atau Krakatoa yang sayangnya sangat susah untuk menggali informasi tentang mereka meskipun lewat internet. Satu catatan terpisah, Colin Bass (Sabah Habas Mustapha), pemain bass grup art rock / progressive asal Inggris, Camel malah pernah merilis album dengan judul “Jalan Kopo”, yang sebagian besar materinya direkam di studio Jugala, Bandung. Album ini dirilis oleh perusahaan rekaman miliknya sendiri yang berbasis di Berlin, Jerman bernama “Kartini Records”.

Bassist of:
Pure Saturday
D'Ubz Bandung
A4/Akustun Band

View Comments (1)

Comments (1)

  • jvictoro
    jvictoro
    22 Jun 2021
    Tetep gga ada yg bisa. Menyaingi kedasyatan deep purple waktu manggung di senayan. 1975
You must be logged in to comment.
Load More

spinner