Bersama Mocca 20 Tahun

Bersama Mocca 20 Tahun


Sampul album Lima

Tahun 2018 kami menantang diri kami sendiri, keluar dari zona nyaman. Untuk pertama kalinya Mocca merilis album yang seluruh lirik lagunya berbahasa Indonesia. Di album ini pula kami menggaet Mondo Gascaro sebagai produser. Album kelima yang berjudul Lima ini kami rilis di Secret Show, sebuah konser intim tahunan yang diadakan Mocca untuk lebih dekat dengan Swinging Friends.

Tanggal 1 November 2019 Mocca menginjak usia 20 tahun. Kami merayakannya dengan merilis album You and Me Against the World : A Tribute to Mocca. Album ini berisi sembilan track dari musisi-musisi muda yang menyanyikan kembali lagu-lagu dari katalog Mocca dari album satu sampai terakhir. Kami senang sekali melihat energi dan semangat musisi muda dalam berkarya dalam album ini, sangat refreshing.


Sampul album You and Me Against the World : A Tribute to Mocca

Suatu perjalanan panjang telah dilewati. Kita sekarang bergerak bersama dalam satu keluarga yang sangat besar. Excited untuk melewati tahun-tahun berikutnya sampai Mocca berusia 30, 40, 50 tahun dan seterusnya. Berkesempatan manggung di Korea Selatan, Jepang, Thailand, Malaysia, dan Singapura adalah buah dari kerja keras dan konsistensi seluruh tim.

Tapi hal yang harus selalu di syukuri adalah Mocca masih bertahan dengan formasi sama dari awal. Keberuntungan Mocca terbesar adalah mendapatkan “ring satu” yaitu additional player, tim manajemen, dan tim teknisi yang loyal. Mocca sampai sekarang ini, kami semua masih orang-orang biasa yang menjadi luar biasa ketika bersama.

Di titik terendah Mocca, kami berempat menyadari bahwa lagu-lagu Mocca bukan hanya milik Riko, Arina, Toma, dan Indra lagi. Lagu-lagu Mocca itu sekarang sudah milik dan bagian dari hidup orang banyak, dan mungkin kalian yang membaca tulisan ini. Terima kasih untuk semua dukungannya terhadap Mocca.

Ketika sekarang banyak musisi berlomba-lomba membuat lagunya untuk masuk playlist digital, saya bisa memastikan Mocca akan selalu membuat lagu yang masuk ke dalam hati kalian…

Bintaro, 11 November 2019
Riko Prayitno

Riko Prayitno

Riko Prayitno was born on 29 January 1977 in Bogor. Graduated from Art and Design Faculty of National Institute of Technology Bandung. Riko began playing guitar at an early age and began playing profesionally with Mocca in 1999. Since then, Riko and his band Mocca has released 5 albums and gained popularity through out Indonesia, Singapore, South Korea, Thailand, and Malaysia.

He also had tons of side projects, start with playing bass The Triange Band in 2011, producer of many band and singer, speaker for classes about music industry, and co-founder of music business community called BinArt Collective.

In April 2019, Riko released his personal EP called Mini Album. An album talk about his personal life, family, love life. Not only playing guitar, Riko sing his own songs in this album. Together with his only son Nala, they sing a love song for his wife.

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner