Desingan Peluru dari Lima Rilisan Musik Keras 2019

Desingan Peluru dari Lima Rilisan Musik Keras 2019

KAPITAL
Mantra

Jika kalian menganggap ini adalah KKN dalam dunia musik, maka bersiaplah kecewa, sebab tak salah jika sebagai vokalis dari Kapital saya merasa sangat percaya diri dengan album studio terbaru milik band saya yaitu Mantra yang akan rilis pada bulan ini, di bawah naungan Armstrech Records. Kami menawarkan sesuatu yang belum pernah kami kerjakan sebelumnya, bekerja sama lebih dalam dengan beberapa seniman tradisional Dayak dan Kutai yang membawa aroma mistisme Kalimantan membuat kami merasa cukuplah album ini menjadi sebuah legacy untuk anak cucu kami kelak. Memerlukan beberapa bulan riset rapalan mantra mantra suku Dayak dan Kutai serta mengkurasi alat alat musik etnik yang kami anggap eksotis dan megah.

Keyakinan kami, Mantra akan menjadi masterpiece musik metal-etnik di Indonesia, Di lain sisi pula, bergabungnya Baken Nainggolan Eks Siksa Kubur/Hellcrust pada divisi gitar membuat album ini mempunyai daya ledak tinggi. Arie Wardhana masih menjadi partner in crime saya di divisi gitar lainnya, Arriezky Pratama membawa kemegahan dalam penulisan lagu di beberapa materi album Mantra, sedangkan pada divisi drum Ewien Saputra, jebolan The Best Drummer festival rock se-Indonesia, Log Zhelebour 2004 membawa Kapital menjadi semakin mengerikan untuk segerombol pasukan perang dari pedalaman rawa Kalimantan.

Dengan panji gagah “Teror dari Belantara”, kami berteriak “Bersiaplah menari, berputar-putar mengelilingi api!”.

Akbar Haka lahir di Tenggarong, 19 Februari 1983. Anak ketiga dari 4 bersaudara dan Ayahnya Drs. Halidin Katung yang disingkat menjadi akhiran namanya "Haka" adalah seorang gitaris band rock terkenal di Kalimantan Timur - D'Gilz pada medio akhir 1970-an. Selepas menamatkan SMA 1 Tenggarong pada tahun 2000, Akbar merantau ke Bandung hingga 2005, lalu pindah ke Jakarta (2005-2007), lalu kembali menetap di Tenggarong sebagai kecintaannya pada kampung halaman dan bercita-cita meledakkan nama Tenggarong, Kutai Kartanegara di Peta Musik Keras Nasional.

Perlahan cita-citanya terwujud saat mendirikan Kapital (2005) sampai sekarang, dan telah memiliki 6 album penuh, mewakili Indonesia dalam Heartown Rock Fest Taiwan 2018, dan saat ini sedang berproses untuk album ke tujuh "MANTRA".

Membentuk skena musik keras di Tenggarong bernama "Distorsi" yang kemudian melahirkan event rock berskala internasional KUKAR (Kutai Kartanegara) Rock In Fest dan ROCK IN BORNEO yang tercatat dalam rekor MURI sebagai festival rock terbesar dan gratis di Indonesia dengan catatan 80 ribu penonton.Juga aktif tercatat sebagai Music Director untuk Lembaga Pembinaan Kebudayaan Kabupaten Kutai Timur yang membawa Akbar Haka bersama sanggar-sanggar Tari Dayak atau pun Kutai berkeliling Eropa sebanyak dua kali, kemudian Shanghai, Vietnam, Singapura dan beberapa pertunjukan tradisi di dalam dan luar negeri.

Terobsesi oleh hampir semua karya tulis dari Tan Malaka, dan yang paling melekat dalam persepsi Akbar Haka adalah Terbentur, Terbentur, Terbentur...... Terbentuk!

View Comments (1)

Comments (1)

  • Rckyprtma97
    Rckyprtma97
    14 Dec 2019
    Mantap kata-kata nya kena semua! \m/<br /> Sepertinya cocok jadi writer bang akbar haka
You must be logged in to comment.
Load More

spinner