FOGFEST : Sebuah Tanggung Jawab Menemukan atau (Kembali) Membunuh Diri Kita
Euforia di Jejaring Sosial versus Tindakan Konkret
Terhitung beberapa hari semenjak ide penyelenggaraan FOGFEST ini saya lontarkan di FB, ada sekitar 160 pengguna akun yang telah membagikannya ke lingkaran masing-masing. Kemudian berlanjut dengan gambaran yang lebih jelas disertai poster, saya kembali mengingatkan perihal FOGFEST. Hari demi hari postingan itu terus dibagikan, dan selalu dari orang-orang yang sama. Lalu bagaimana dengan rencana kaos donasi yang tidak hanya bermodalkan jari dan jempol saja itu? Akankah berjalan sesuai rencana?
Ada lebih dari seratus band Black Metal yang separuh darinya sudah diakui eksistensinya secara kualitas. Asumsikan jika setiap band membeli 1 saja kaos donasi sudah sangat membantu. Sisanya tinggal dijual ke sejumlah kolektor, atau ke mereka yang mendukung pergerakan Black Metal.
Tapi saya juga mesti sadar bahwa di media sosial tak semuanya sejalan dengan tindakan konkret. Jangan-jangan itu cuma euforia atau latah untuk klik like dan share sebuah unggahan yang dianggap seru? Untuk membantu share saja tidak sempat, apa lagi sampai harus mengeluarkan dana sejumlah itu untuk kaos, yang bahkan belum jadi desainnya? Mungkin semacam itu anggapan sebagian orang tentang isi kepala saya. Oh ya, satu lagi. Setiap band yang terlibat di event ini pun mesti rela datang secara swadaya, mulai dari transportasi hingga peralatannya. Kok bisa ada acara yang diklaim bombastis itu malahan gak modal? Siapa yang bakalan mau ikut? Kok bisa semua band menerima perlakuan yang sama, padahal beberapa band yang merasa terkenal harusnya diundang sebagai tamu special dong.
Apa ada yang mau terlibat dalam tindakan konkret itu?
Ada kok. Ada orang-orang yang secara nyata berkeinginan mewujudkan bentuk-bentuk pertemuan seperti ini. Orang-orang yang disela-sela kesibukannya meluangkan waktu untuk melihat sejauh mana perkembangan scene Black Metal kita, dan membantu mencoba mengupayakannya. Orang-orang yang bukan hanya peduli pada bandnya sendiri, tapi juga ikut bertanggung jawab menjaga keberlangsungan scene. Siapa orang-orang itu? Saya percaya ada pada sebagian pembaca tulisan saya ini.
Comments (0)