Hamburnya Rasa Nostalgia di “Taking Back Saturday”
Malam pun semakin larut. Tak terasa, ternyata sudah giliran saya dan Heals untuk mengambil alih. Perasaan begitu tak karuan ketika melihat orang-orang dari depan. Saya masih tak percaya acara ini begitu ramai, sampai-sampai ada gerombolan orang yang berkumpul, mengobrol bahkan bernyanyi di toilet. Banyak pula wajah-wajah yang tak asing bagi saya datang menghampiri, dan ada pula yang menyapa dengan teriakan excited-nya. Udara terasa panas karena banyaknya orang yang datang dan keringat sudah mulai membasahi tubuh. Bahkan, suara dari mic pun sampai tak terdengar lebih keras karena semua orang berteriak dengan lantangnya saat itu.

Heals | Photo oleh Alfi Prakoso
Seakan terhipnotis oleh suasana, hampir tak ada jeda saya dan semua orang disana berteriak dan melompat-lompat. Wajar, siapa yang tidak ingin berteriak ketika mendengar lagu yang menjadi saksi di masa remaja diputar lengkap dengan liriknya? Tak hanya sekali dua kali saya mendengar orang berteriak “LAGU AING!” di crowd. Kalau dipikir-pikir lagi, sepertinya malam itu tak ada yang memerdulikan referensi tentang musik atau bagaimana buruknya ekspresi muka ketika berteriak tanpa kontrol. Perasaan semua orang malam itu benar-benar menyatu hingga lupa akan lelah. Momen yang amat sangat menyenangkan!
Hingga sampai pada saat “Siklus Tanpa Arah” milik Jolly Jumper diputar. Saya melihat Bonny dan Coky (ex-vokalis dan gitaris dari band Jolly Jumper) naik ke atas stage dan mengambil mic. Melihat ke sekitar, ternyata banyak teman-teman angkatan mereka yang juga hadir. Semua orang bernyanyi, mengangkat tangan mereka, banyak pula yang mengeluarkan handphone dan kamera mereka untuk mengabadikan momen tersebut. Saya pun ikut bernyanyi sambil melihat mereka yang terlihat begitu senangnya. Momen ini menurut saya adalah momen terbaik malam itu, rasanya seperti kembali ke saat - saat saya masih memakai seragam putih biru. Saya pun membayangkan bagaimana jika menjadi mereka, perasaan mereka ketika melihat crowd saat itu yang sudah pasti mengingatkan mereka dengan saat-saat masih aktif dulu. Dan juga perasaan senang dan haru ketika salah satu karya bertahun lalu ternyata tak terlupa masih tersimpan di benak banyak orang.
“Being grown up isn’t half as fun as growing up… These are the best days of our lives.”
(In This Diary by The Ataris, from their fourth album “So Long, Astoria” – 2003)
Setiap teringat malam itu, saya selalu tersenyum-senyum sendiri. Sepertinya ada sepercik euphoria yang tertinggal dan melekat di dalam diri saya. Dan satu hal yang saya sadari bahwa bahagia itu sederhana benar adanya.
Comments (0)