Lima Album Pop Favorit 2019
GASCOIGNE
Bond Electric

Sejak rilis pada April lalu, Bond Electric adalah album Indonesia rilisan 2019 yang paling sering saya putar. Memang tidak brutal dengan mendengarnya di sangat banyak waktu, tapi ini yang paling mungkin untuk saya dapatkan sejak awal tahun ini.
Sama seperti banyak album menarik, kejadian terbaik memutar Bond Electric ada pada dua momentum; ketika berkendara dan saat bisa memutar CD ini sambil memegang sleeve cover-nya untuk membaca lirik dan memandang keseluruhan ilustrasi. Kelengkapan dalam format rekaman musik populer, indie rock atau bukan.
Album ini tidak mudah membosankan, atau lebih parah lagi: sehabis beli CD, sekali-dua kali dengar, lalu disimpan begitu saja. Atau jika dalam format digital, hanya cukup meluangkan waktu untuk mencoba mendengarnya, lalu tak lama di depan tak terbersit untuk ditengok kemudian.
Rekaman Gascoigne menjadi tahan lama karena mengandung unsur-unsur pengawet berupa “story telling” yang memantik (dampak dari syair-syairnya) pada penulisan lagu dan aransemen yang tidak terlalu mudah ditebak sekaligus sederhana dan sesuai, bersama vokalis yang sangat “nyebur” ke dalam pergulatan seleranya. Lagu-lagu Gascoigne tidak nendang dalam konteks “sangat catchy” atau “hook yang langsung menempel di kepala” (walau juga bukan berarti “tidak pop”). Gascoigne, lebih khususnya dalam album King, merupakan hal-hal di luar itu.
Comments (0)