Mengantisipasi Serangan Balik dari Lini yang Berdistorsi

Mengantisipasi Serangan Balik dari Lini yang Berdistorsi

DOWN FOR LIFE

Titel: TBA. Label: Blackandje Records.

Seluruh personel Down For Life sempat duduk bersama mengelilingi meja bertabur gelas dan botol sembari berbincang serius. Mereka sedang menggarap album keempat yang rencananya akan dirilis oleh Blackandje Records. Tepat di hari Natal tahun lalu, Down For Life sempat melepas single baru bertajuk “Mantra Bentala” sebagai perkenalan. Tentu ada alasan yang logis bagi mereka yang dengan sengaja merilis lagu “pengguncang iman” pada hari yang kudus. Musik pengusung metal asal Solo ini mengaku semakin kaya ide dengan tambahan rujukan dari sana-sini. Metalcore yang tidak sekadar metal dan hardcore, tapi Stephanus Adjie dkk seperti menambahkan denyut sludge/stoner dan juga root punk yang kuat.


EXHUMATION

Titel: Eleventh Formulae. Label: Pulverised Records.

Exhumation sudah mengunci release date album ketiganya pada tanggal 28 Februari 2020. Bakal album Eleventh Formulae akan berisi 11 lagu dan diterbitkan oleh Pulverised Records ke seantero planet. Album ini bahkan baru mendapat premiere audio streaming yang eksklusif di situs metal terkemuka, Decibel Magazine. Kalau sudah begini, kita mau meragukan apa lagi. “Album ini bukan sekedar omong kosong pemujaan kematian yang belakangan selalu menjadi tipu muslihat hampir semua musik ekstrem hingga dia kehilangan makna aslinya. Maka Eleventh Formulae adalah sebuah usaha mengembalikan esensi awal kematian itu sendiri,” tulis Adi Renaldi mencoba mengantarkan. “Bagaimana mungkin setiap runut kejadian bisa membentuk Formula Kesebelas? Bila tak ada andil dari tangan Kaos? Exhumation dengan jeli menangkap gejala itu. Ada 11 lagu yang diformulasikan seturut cara alam semesta bekerja: Kaos. Album ini menandakan eksistensi Exhumation yang menginjak 11 tahun.”

Samack lahir dan tumbuh di kota Malang. Sempat menerbitkan Mindblast Fanzine (1996-1998) dan situs musik Apokalip (2007-2010). Tulisannya seputar musik dan budaya pop pernah dimuat di Jakartabeat, The Metal Rebel, Rolling Stone Indonesia, Vice Indonesia, Warning Magz, Whiteboard Journal, GeMusik, serta berbagai media lainnya. Sesekali menjadi editor untuk sejumlah buku dan penerbitan. Saat ini beraktivitas di bawah institusi Solidrock serta mengelola distribusi rekaman bersama @demajors_mlg.

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner