Mengurai Mimpi dari Soreang ke Jerman (Bagian Dua)

Mengurai Mimpi dari Soreang ke Jerman (Bagian Dua)

Wafat


Foto didapatkan dari Wafat

Band asal Surabaya ini sudah eksis sejak akhir era ‘90-an. Sinting, tidak banyak band cadas segaek mereka yang bisa bertahan sampai sekarang. Fase-fase pergantian personel kayaknya bikin formasi mereka saat ini jadi lebih solid. Pada karya-karya terakhirnya, Wafat tetap setia dengan jalur musik death metal. Masih ditopang dengan selera kuping “oldschool” dan pengaruh band-band sejenis asal Amerika Serikat. Nama-nama seperti Cannibal Corpse, Six Feet Under atau Suffocation bisa terngiang dari cuplikan komposisi musik mereka. Bagian paling mengerikan tentu pada lini vokal bercorak deep guttural growl. Pada beberapa komposisi musiknya sesekali muncul groovy yang “cerdik” hasil akselerasi gitar dan ketukan drum. Dengan pengalaman selama hampir 23 tahun serta diskografi merangkum empat album plus sejumlah kompilasi, jam terbang Wafat tampaknya tidak perlu diragukan lagi.

Simak live footage Wafat berikut:

BACA JUGA - Mengurai Mimpi dari Soreang ke Jerman (Bagian Satu)

Samack lahir dan tumbuh di kota Malang. Sempat menerbitkan Mindblast Fanzine (1996-1998) dan situs musik Apokalip (2007-2010). Tulisannya seputar musik dan budaya pop pernah dimuat di Jakartabeat, The Metal Rebel, Rolling Stone Indonesia, Vice Indonesia, Warning Magz, Whiteboard Journal, GeMusik, serta berbagai media lainnya. Sesekali menjadi editor untuk sejumlah buku dan penerbitan. Saat ini beraktivitas di bawah institusi Solidrock serta mengelola distribusi rekaman bersama @demajors_mlg.

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner