Metafora Komposisi Imajinar

Metafora Komposisi Imajinar

Menyampuli Musik Nusantara

Di Indonesia sendiri, industri musik mulai menggeliat di paruh era '50-an dengan adanya label rekaman seperti Irama dan Lokananta. Proses penciptaan karya seni sampul album pun mulai muncul, meski masih sederhana dan belum dikerjakan secara serius.

Pada era '50-an hingga 60-an muncul beberapa nama yang merancang desain grafis album-album Indonesia dalam format piringan hitam, seperti Imam Kartolo, Pandji Kamal, Handiyanto, Sjamsuddin, Jan Mintaraga, Djoko Prass, Sugandhi, dsb. Di era '70-an, ada nama seperti Markus Sudjoko, Gauri Nasution, Tara Sutrisno, Firman Ichsan, Samsudin Hardjakusuma, A Kusuma Murad Handoyo, AD Pirous, Ayik Soegeng, Didik Christ dan Lesin.


Kredit: Denny Sakrie - "99 Sampul Album Indonesia Terbaik"

Memasuki era '80-an ada sosok seperti Cahyono Abdi hingga Boedi Soesatyo, Sementara di era '90-an muncul nama Dik Doank, Jay Subiakto, sampai Dimas Djayadiningrat. Dua dekade itu disebut-sebut era keemasan industri rekaman dalam format kaset dan mudah ditemui di pasaran. Ada yang desain sampulnya lumayan bagus, namun banyak pula yang, uhm, buruk.

Selera artistik sampul album makin diperhatikan pada gelombang musik independen di era 2000-an. Di situ muncul nama Tepan Kobain, Tandun, Dedidude, Jimi Multhazam, Henry Foundation, Herry Sutresna, Arian13, Amenkcoy, Tremor, Ken Terror, Farid Stevi, Sari Sartje, Wok The Rock, Republik of Rock, Morrgth, Riandy Karuniawan, dan banyak lagi.

Lahir dan besar di kota Malang. Memulai kegiatan menulis melalui fanzine dan newsletter. Sempat menerbitkan Mindblast Zine dan situs Apokalip.com. Tulisannya pernah dimuat di Jakartabeat, Rolling Stone Indonesia,The Metal Rebel, DCDC, Supermusic, Vice Indonesia, Jurnal Ruang, Whiteboard Journal, Warning Magz, Pop Hari Ini, Demajors news, dan sejumlah media lainnya. Saat ini tetap menulis sehari-hari untuk topik musik dan budaya populer, sembari mengelola institusi Solidrock serta jaringan distribusi rekaman di Demajors Malang dan Rekam Jaya.

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner