Thrash Is Back!
Lalu, apa yang mendorong musik thrash metal ini kembali menyita perhatian dan disukai oleh anak muda di generasi millennia? Faktor apa yang mendorong musik ini kembali hadir dan dimainkan kembali? Band besar yang tergabung di The Big Four dan melakukan tur dunia mungkin adalah salah satu pemicu kembalinya musik thrash metal di Indonesia.
Pada awal masa millennia, band tersebut kembali memproduksi album yang seolah kembali ke “jalan yang benar”. Ramuan thrash metal yang catchy dengan riffing dan beat agresif. Anthrax yang kembali reuni dengan formasi terbaik mereka, Slayer yang kembali sompral dalam setiap liriknya, Metallica yang kembali ke masa kejayaan musikalitas mereka dengan album Death Magnetic, dan Megadeth yang kembali bangkit setelah frontman mereka Dave Mustaine berkutat dengan masalah kesehatan.

The Big Four - Foto: Ash Bee Zone
Faktor penyebab lainnya mungkin seperti apa yang terjadi di awal tahun ‘90an. Hanya saja, untuk kasus yang sekarang terjadi lebih kepada kejenuhan pada tren musik ekstrim metal seperti death metal, black metal dan grindcore. Atau, mungkin jawaban kejenuhan atas tren musik pop punk, emocore, post rock dan post-post lainnya?
Anak muda pada zaman sekarang seolah ingin kembali melakukan eksplorasi ke akar musik ekstrim yang selama ini mereka dengarkan. Ada semacam rasa kepenasaran dan kepuasan tersendiri ketika pada akhirnya mereka bisa kembali memainkan musik thrash metal. Hampir di setiap kota, terutama kota-kota besar di Indonesia kini punya generasi terbaru yang memainkan musik thrash metal. Band-band baru kembali hadir dari berbagai komunitas independen. Festival konsep kolektif seperti “Thrash Hangover” di Bandung yang digelar secara berkelanjutan memang secara spesifik menampilkan genre thrash metal sebagai sajian utama.
Pada akhirnya, konsistensi para pelaku yang akan menentukan apakah tren musik ini semakin membesar seperti efek bola salju atau hanya akan muncul sesaat seperti riak kecil di tengah besarnya gelombang tren berbagai macam aliran musik yang muncul dengan sangat tiba-tiba. Di era milenial ini, semua kemungkinan bisa terjadi dan diciptakan seiring dengan makin cepatnya perkembangan teknologi informasi. Tidak ada alasan musik ini untuk tidak kembali mengulang apa yang sudah terjadi di era ‘90an. Mungkin, berikutnya adalah hip metal atau musik industrial. Kita nantikan saja.
Heder photo: Geracao 666
Comments (1)