5 Petani : “Berkarya Nggak Mesti Mikirin Yang Lagi Populer Sih Menurut Kita”

5 Petani : “Berkarya Nggak Mesti Mikirin Yang Lagi Populer Sih Menurut Kita”

Bagaimana proses pembuatan album Sawah Impian ?

Sebenarnya sederhana sih. Mulai dari gitar, terus workshop dan mulai masuk beberapa instrument lainnya. Tapi, yang rangka awal ada. Jadi, 6 lagu di album Sawah Impian itu cuma lagu ciptaan Frank sama Yoga. Masing-masing mereka bikin 3 lagu, terus ketemu sama personil lainnya, udah mulai tu garap materi dan lansung kita take secara live selama tiga hari. Kenapa kita rekamannya live, soalnya kalau overdub bakal susah kita susah maininnya. Makanya kita rekamannya pakai teknik live. Udah beres rekaman, sekaligus sama mixing dan mastering, kita langsung ke Demajors yang ada di Jakarta. Dan ternyata mereka mau ngerilis album pertama kita, kurang lebih seperti itu sih awal sampai akhir rilisnya album Sawah Impian.

Kenapa kalian mainin musik jazz, sedangkan aliran rock dan pop atau sebagainya sedang mendominasi penggiat musik di Indonesia sekarang ?

Jadi awalnya gini, kita satu sama lain nggak kenal sebelumnya. Kenalnya itu waktu dalam satu komunitas, namanya Buttefield Jazz Society yang di daerah Dipati Ukur Bandung. Waktu itu kita lagi jamming lagu orang dan satu sama lain dari kita ngerasa nyambung pas di jamming. Sampai akhirnya, Frank dan Yoga punya lagu, terus jadinya kayak di album Sawah Impian itu. Dan kalau ditanya kenapa kita mainin musik kaya gini, karena menurut kita kalau berkarya nggak mesti mikirin orang lain atau apa yang sedang trend pada saat itu sih. Musik kita seperti ini, kita bikin karya musiknya, dan orang yang dengar pasti aja ada. Kalau misalkan ada yang suka, berarti karya kita memang buat mereka. Tapi, kalau ada yang suka, dengar musik yang lain aja, masih banyak kok.

Kalau instrumental ?

Kalau untuk instrumental, kita mau ngasih edukasi buat pendengar sih. Bahwa musik instrumental itu bisa didengar sama dinikmati juga loh. Dan juga, bisa menstimulasi para pendengar supaya bisa membayangkan seperti apa isi lagunya. Karena, setiap orang punya pemikirian dan intepretasi yang berbeda-beda juga, makanya kita bikin instrumental. Kadang-kadang kita nanya sama diri kita, ‘bagaimana sih orang menginterpretasi lagu-lagu ktia ?’ nah itu. Kayak contohnya di lagu kita yang judulnya “Pelangi” aja. Dari judulnya saja udah pelangi, pasti beda-beda tu interpretasinya sama yang dengar. Terus peran pelangi juga cuma satu, tapi banyak warna, dan semua warnanya pasti bagus dan cerah. Nah, bagaimana pandangan orang mengenai pelangi, ada di lagu kita, tapi tetap itu semua dari intepretasi mereka masing-masing. Tapi, kalau dari 5 Petani, kita bikinnya dari influens beda-beda dari tiap personil. Ada yang Pop, Jazz, Punk dan itu semua ktia tumpahin di lagu “Pelangi” dan materi kita yang lainnya. Balik lagi kayak yang kita bilang tadi, kita membebaskan pendengar untuk menilai musik kita seperti apa.  

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner