A Page About: Izma, Musisi Muda yang Berjalan Mundur
Orang ini lebih tertarik untuk berjalan mundur. Masuk ke dalam mesin waktu dan memutar balik kembali memori di masa lalu.
Adalah Izma, yang bertindak sebagai pemain gitar dan vokal di band Lizzie. Sebuah band yang lahir di era milennium dan mendeskripsikan musik mereka sebagai heavy rock. Sebuah genre turunan dan pengembangan dari rock, namun dikemas lewat sound yang lebih heavy dan raw. Sebetulnya, tidak ada yang istimewa dari musik yang mereka mainkan. Sebuah pola musik yang cenderung mengulang dari apa yang pernah dilakukan di era golden age-nya revolusi industri musik dunia. Era tahun 1960 hingga 1980 adalah puncak pencapaian dari industri musik rock. Banyak hal revolusioner dan menjadi pijakan bagi dunia musik rock hari ini. Semangat "pemberontakan" yang dituangkan dalam balutan musik rock dan mengkritisi berbagai aspek sosial turut mempengaruhi ranah kehidupan masyarakat dunia.
Saya tidak akan mencoba membedah musikalitas Lizzie dari perspektif deskripsi genre rock. Ada hal yang lebih menarik untuk dilihat dari sudut pandang eksplorasi musikalitas mereka. Dalam sebuah pertemuan di ruang program Atap Class terkait perkembangan musik rock, Izma bercerita tentang awal mulanya dia tertarik untuk kembali melakukan pendalaman terhadap segala aspek terkait musik rock yang terjadi di masa lalu. Izma adalah representasi dari anak muda yang lahir di era milenia, di mana sejarah perkembangan musik mengalami percepatan dengan hadirnya teknologi informasi. Jaringan internet yang dapat diakses di mana saja dengan harga yang relatif terjangkau. Semua informasi yang kita butuhkan terkait musik dapat diakses dengan cukup menekan satu tombol. Dunia seolah ada dalam genggaman tangan. Dampaknya adalah mutasi musik rock mengalami perkembangan yang makin absurd dan seolah kehilangan bentuknya. Definisi pure rock hari ini kembali menemukan dialektika yang baru.
Comments (0)