Hari Ini adalah Friday 13th, dan Kamu Harus Mendengarkan Lagu-Lagu Ini!
Masih membahas mitos seputaran Friday 13th, inilah playlist yang bisa menemanimu menghabiskan hari berselimut kisah horor ini!
Hari ini, Jumat 13 Oktober 2017. Dalam bahasa Inggris, tanggal ini disebut Friday the 13th, hari yang dianggap siap di berbagai mitos dan takhayul Barat. Sejumlah orang bahkan percaya bahwa angka tersebut merupakan angka pembawa sial dan bisa mengakibatkan berbagai hal buruk terjadi misalkan. Benarkah kita harus mengkhawatirkan hari ini?
Dilansir dari penelitian Stuart Vyse, orang-orang yang percaya takhayul Friday the 13th, terutama benar-benar ketakutan pada angka 13 kemungkinan menderita triskaidekaphobia, atau takut pada angka 13. Selain itu, fobia terhadap Jumat tanggal 13 juga disebut paraskavedekatriaphobia atau paraskevidekatriaphobia. Salah satu kajian terkemuka terkait hal ini pernah dipublikasikan dalam British Medical Journal pada 1993. Studi tersebut menemukan resiko kecelakaan pada Jumat tanggal 13 lebih tinggi dari hari Jumat biasa.
Namun, bukan berarti takhayul itu benar. Hal itu kembali lagi pada seperti apa kita semua menyikapinya. Sekarang, kita alihkan pada musik-musik lokal yang cocok dengan Jumat tanggal 13. Inilah beberapa playlist yang bisa menemani kemisteriusan hari ini!
Payung Teduh - "Resah"
Penggemar berat Payung Teduh pasti tahu kalau lagu mereka memang mendayu dan sangat teduh. Tidak jarang, lagu ini dipasang sebagai pengantar tidur. Tapi, ternyata di balik nyamannya lagu "Resah", terselip sebuah kisah mistis.
Menurut cerita yang beredar, beberapa bagian lirik di lagu ini diambil dari puisi milik seorang pendaki yang bunuh diri dengan cara menggantung diri saat dia mendaki. Ternyata, hal tersebut dipicu lantaran dia putus cinta. Puisi ini ditemukan di kantong si pendaki dan akhirnya dijadikan sebuah karya lagu oleh Payung Teduh.
Mantra Feat. Keroncong Suropati – "Cinta Matiku"
Menginginkanmu sampai mati.. Parutkan luka yang teramat dalam.. Oh kasih, suguhkan segala raga dan jiwamu untuk ku.. Dendangkanlah tangis itu sayang.. Manis rasa perih dirimu..
Kalau kalian pernah nonton film bergenre horor "Rumah Dara" yang dibintangi oleh Shareefa Daanish tahun 2009, pasti akan ingat pada adegan ketika tokoh Alam yang dibintangi Mike Muliandro dimutilasi memakai gergaji. Dari situ saja, lagu ini seolah cocok untuk masuk dalam playlist bertema Friday 13th.
Danilla Riyadi – "Kalapuna"
Apakah aku terlalu keras menikam? Lepas jua jasadmu.
Mengulas arti implisit dari lagunya, Danilla bercerita bahwa lagu ini berasal dari dua kata yang disatukan, yaitu "kala" dan "punah. Sesuatu hal yang hidup menurut sudut pandang penulis pasti lambat laun akan punah, seperti halnya kehidupan manusia yang fana. Benang merah yang bisa diambil antara lagu ini dan momen Friday 13th adalah bahwa sejatinya manusia memang takut untuk menghadapi momen kematian.
Efek Rumah Kaca – "Tiada"
Dengar, pembicaraan tentang pemakaman, dan takdirku menjelang.
"Tiada" adalah lagu yang dipersembahkan oleh Efek Rumah Kaca untuk mengenang kerabat mereka yang sudah pergi menuju alam yang kekal. Singkatnya, lagu ini menceritakan tentang siklus kehidupan antara ada dan tiada yang silih berganti. Tentu, hal ini dekat dengan pembahasan dan pemaknaan tentang kematian yang mengintai kapanpun, dimanapun.
Sarasvati – "Bilur"
"Duh, teungteuingeun...tuntung lengkah...geuning...bet peurih......"
Mungkin, raga Mae sudah tak lagi sanggup menerima siksaan dari suaminya. Seperti arti yang tertuang dalam judul lagu ini yang berarti bengkak kemerahan akibat siksaan. Hingga, suatu ketika musibah itu datang, saat usia kandungan Mae menginjak delapan bulan. Naas, suratan takdir mengarahkan Mae meninggal dunia bersama calon jabang bayi yang dikandungnya. Kisah ini menyelimuti lagu yang didendangkan Sarasvati, yang memang terkenal dengan tema-tema mistis di lagu-lagunya.
BACA JUGA - Lima Band Pengiring Freddy Krueger Membunuh Mangsa-Mangsanya
Source Foto: Pinterest, edited by Alfie Fadhlan
Comments (0)