Jurnal Harian Dalam Bentuk Mini Album Milik Pemuda Suka Klabing

Jurnal Harian Dalam Bentuk Mini Album Milik Pemuda Suka Klabing

 

Melanjutkan pesta pora balutan orkes elektronik ini dengan lagu “Impian Konyol”. Sebuah lagu dengan lirik mengawang membayangkan hal-hal indah tentang hidup, yang meliputi istri cantik, mertua kaya raya, dan hidup yang santai namun punya banyak uang, juga masa depan cerah. Sebuah lagu anthem untuk pengangguran kelas berat bisa dibilang, mengingat tentang keinginannya yang besar, namun dengan usaha yang minim. Tapi namanya juga mimpi, jadi bebas saja. Sebebas mereka mengintepretasikan musik orkes, jadi sebuah sarana hiburan dikala musik menjadi satu hal yang terlalu serius, dengan semua pakem dan gimmicknya yang kadang membosankan.

Selesai dengan impiannya dengan seorang putri cantik anak dari raja yang kaya raya, PSK membuat sebuah lagu tribute untuk bang haji Rhoma Irama. Lagu itu diberu judul “Lagu Bang Haji”. Dimana dalam lirik lagu tersebut, PSK menginterpretasikan tentang hal-hal yang identik dengan Rhoma Irama, seperti misalnya kisah cinta Rhoma dengan tokoh Ani dalam sebuah film misalnya. Hal ini dilandasi dari kebiasaan PSK mendengarkan lagu-lagu Rhoma Irama, yang dengan segala kekurangan dan kelebihan bang haji meramu musik, nyatanya mampu menghibur para personil PSK menjalani hari-harinya, bahkan disaat mereka mendapati kisah asmaranya yang kurang beruntung. Lagu-lagu bang haji lah yang saat itu menjadi pelipur lara mereka.

Lagu “Kuliah Pagi” menjadi lagu berikutnya di mini album ini. Pola ritmis gitar reggae menjadi pembuka lagu ini, lalu diteruskan dengan bunyi seruling sebagai jembatan untuk nada vokal, yang secara notasi diambil dari lagu anak berjudul “Ada Kodok Rekotok” ini. Dari tema lirik lagunya sendiri, PSK mengambil tema dunia perkuliahan, yang merupakan hal yang paling dekat dengan keseharian mereka. Tema itu menjadi relevan sebagai lagu yang mewakili curahan hati banyak mahasiswa/i, yang dengan segala carut marut kehidupan kampusnya harus terus berjuang sampai lulus.

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner