Ketika Musik Bambu Mampu Menggetarkan Pasar
Permainan bas Fauzan ‘Ojan’ Kamal dan gitar Aulia ‘Oya’ Syahputra sukses mempertebal latar retro-funk dari lagu ini – mungkin dari sini aroma Red Hot Chilli Peppers terasa. Selipan groove dari drummer Nandri Ahmad Fauzi, berdampingan apik dengan ketukan kendang Aryanto ‘Ato’ Bellania – ibarat langkah sepasang pengawal gerbang portal multi-dimensi. Belum lagi hembusan tarumpet Galih ‘Obot’ Prayoga – bak sirine penanda, bahwa kita sedang ‘tersasar’ ke dalam rimba primitif di suatu galaksi.
Repetisi lirik simpel berbunyi “blonde-blonde-blonde!” dikumandangkan Mario, dengan berkah ¬range vokalnya yang melengking khas Indonesia timur. Mario mengeksekusi seluruh lirik dengan gaya nge-rap, yang tak kalah catchy dengan aksi para koleganya. Dan di bagian akhir lagu, Paberik Bamboe tak ragu untuk mempercepat tempo lagu jadi dua kali lipat. Paket komposisi yang pas untuk membakar aneka jenis panggung.
Sumber foto : Dokumentasi Pribadi Paberik Bamboe
Comments (1)